Terombang-ambing di Laut Akibat Kehabisan BBM, 4 Korban Jukung Mati Mesin Berhasil Dievakuasi Tim SAR di Perairan Benoa

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Tim SAR saat melakukan proses evakuasi penarikan jukung yang mengalami mati mesin akibat kehabisan BBM di Perairan Benoa, Bali(Ist/SRTV)

DENPASAR, SRTV.CO.ID – Empat penumpang jukung sempat terombang-ambing di Perairan Benoa, Bali, akibat jukung yang mereka naiki mengalami mati mesin pada Senin (14/9/2026) sore.

Kekhawatiran akan arus laut yang semakin membawa jukung menjauh mendorong para penumpang untuk segera meminta bantuan evakuasi emergency.

"Laporannya kami terima pada pukul 15.50 Wita dari salah seorang korban atas nama Aca, bahwa jukung yang mereka sewa alami mati mesin akibat kehabisan BBM dan berada di tengah laut," terang Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wayan Juni Antara.

Menerima laporan darurat tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bergegas menindaklanjuti dengan mengarahkan tim armada ke titik koordinat.

Tim mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar yang diawaki oleh 3 personel untuk mendekati lokasi jukung yang terdampar. Identitas tiga korban lainnya yang berada di lokasi diketahui bernama Zwa (30), Ketut (28), dan Dedek (35).

"Pada pukul 16.10 Wita tim SAR bergerak dari Pelabuhan Benoa," ujar Wayan Juni Antara dalam keterangannya terkait kronologi pergerakan personel.

Upaya pencarian berjalan singkat karena berselang 25 menit setelah keberangkatan, tim SAR telah berhasil menemukan keberadaan kapal jukung beserta para penumpangnya.

Langkah teknis penanganan langsung diambil untuk mengamankan seluruh korban dan perahu yang mereka tumpangi agar tidak terombang-ambing lebih jauh.

"Mempertimbangkan dari ukuran jukung yang kecil dan jarak yang tidak terlalu jauh, kami putuskan untuk menarik jukung hingga menuju ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa," imbuh Wayan Juni Antara menjelaskan tindakan evakuasi di lapangan.

Proses penarikan jukung berjalan lancar hingga akhirnya seluruh rombongan tiba di daratan dengan selamat. Operasi penyelamatan pun resmi selesai dengan kondisi seluruh korban dipastikan aman.

"Sekitar pukul 17.30 Wita seluruh korban telah terevakuasi dalam keadaan sehat dan akhirnya sampai di dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa," pungkas Wayan Juni Antara menutup keterangannya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru