NGANJUK, SRTV.CO.ID - Kesiapsiagaan dan respons cepat Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk Pos Tanjunganom kembali membuahkan hasil dalam menggagalkan ancaman kebakaran di area permukiman warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) siang
"Yang terbakar itu rumpun bambu (barongan) yang berada tepat di belakang rumah warga bernama Sindy Raya Putri, di warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom," ungkap Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Kejadian bermula sekitar pukul 11.18 WIB ketika Ibu Ida warga setempat baru saja kembali dari sekolah untuk beristirahat. Dari dalam rumah, ia dikagetkan oleh suara ledakan misterius.
"Kebakaran itu sangat berpotensi merembet ke pemukiman warga, karena memang jaraknya dekat. Beruntung warga sigap langsung menghubungi Pos Damkar Tanjunganom," jelas Imam
Saat mengecek sumber suara ke area belakang rumah, ia mendapati rumpun bambu sudah dilalap si jago merah.
Sontak, Ibu Ida langsung meminta bantuan warga setempat sebelum akhirnya bertindak sigap melapor secara langsung ke Pos Damkarmat Tanjunganom.
Menerima laporan darurat tersebut, armada O5 bersama Regu Damkarmat Pos Tanjunganom yang dipimpin oleh Budi langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Bersama warga sekitar, petugas melakukan lokalisasi dan pemadaman titik api agar tidak meluas ke permukiman padat penduduk. Berkat penanganan yang cekatan
"Alhamdulillah, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu kurang lebih satu jam." Tutur Imam Ashari
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Penanganan yang responsif ini mendapat apresiasi penuh atas sinergi antara masyarakat dan petugas di lapangan.
"Melalui kerja sama seluruh pihak yang cepat, profesional, dan didukung kemampuan Tim Damkarmat Nganjuk, kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai ancaman kebakaran." Tegasnya
Edukasi dan kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana," imbuh Imam Ashari.
Editor : SRTVRedaksi