Rangkul Mahasiswa hingga Ojol, Kapolres Madiun Kota Siap Jaga Kondusivitas dan Iklim Investasi

Reporter : Rio Hermawan
Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto bersama elemen mahasiswa, serikat buruh, ojol, dan LSM  di Warung TKP Stadion Wilis, Kota Madiun (Ist/Rio/SRTV)

MADIUN, SRTV.CO.ID – Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun.

Langkah awal ini dilakukan melalui forum dialog bersama organisasi eksternal kampus, BEM se-Kota Madiun, Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), perwakilan ojek online (ojol), serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Warung TKP Stadion Wilis, Selasa (11/8/2026).

“Yang pertama saya sebagai warga baru harus memperkenalkan diri dulu. Saya harus sowan dulu ke teman-teman supaya kenal, agar ke depan bisa berhubungan dengan baik,” ujar AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto usai kegiatan.

Menurutnya, situasi kota yang kondusif merupakan fondasi utama bagi kemajuan ekonomi, pendidikan, hingga iklim investasi yang sehat di Kota Madiun.

Lebih dari sekadar ajang perkenalan, forum dialog interaktif ini dimanfaatkan sebagai momentum penyatuan komitmen antar-seluruh elemen warga.

“Bagaimana menciptakan iklim investasi yang kondusif, perekonomian yang stabil, pendidikan yang nyaman, kehidupan yang layak, semua bermula dari situ. Sehingga saya mengajak kita bersama-sama berkomitmen menjaga Kota Madiun yang kondusif,” ungkap AKBP Rizki menegaskan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa turut menyampaikan berbagai aspirasi serta masukan kritis terkait persoalan di Kota Madiun.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyambut hangat dan mengapresiasi keaktifan para mahasiswa sebagai bahan evaluasi serta referensi kerja di lapangan.

“Alhamdulillah teman-teman mahasiswa kritis-kritis. Justru kami butuh asupan dari mereka. Kami butuh feedback, saran, masukan, dan ide untuk pengembangan kira-kira seperti apa,” ucapnya.

Meski demikian, Kapolres menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan ditelaah terlebih dahulu sesuai dengan kewenangan instansi terkait, seperti halnya isu regim aplikator ojek online.

“Memang ada yang domain saya bisa memutuskan, saya bisa menjembatani, saya bisa membantu. Ada yang domainnya di luar dari domain kami. Tapi kami coba menarik aspirasi apa saja dari teman-teman,” jelas mantan pimpinan yang baru bertugas sepekan di Kota Madiun tersebut.

Terkait potensi konflik sosial, ia menilai sejauh ini kondisi Madiun relatif aman dan nyaman. Namun, kesiapsiagaan serta tata kelola dinamika masyarakat tetap menjadi perhatian utama jajaran Polres Madiun Kota dan Forkopimda.

“Satu minggu terakhir saya melihat Kota Madiun itu sudah sangat nyaman. Kami juga berdiskusi dengan Forkopimda bagaimana nanti ide-ide besar yang akan dikembangkan di Madiun. Kalau potensi konflik, semua itu pasti ada, namun bagaimana kita mengelolanya,” pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru