NGANJUK, SRTV.CO.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sebuah rumah yang terhubung dengan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Peltu Mujiono, Desa Kecubung, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.
Penggeledahan ini disinyalir kuat merupakan bagian dari pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat pejabat Kementerian ATR/BPN, Lampri, terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
"Ini terkait OTT Bapak Lampri yang terjadi tanggal 15 itu. Dari pihak KPK meminta kami dari pemerintah desa sebagai saksi untuk penggeledahan di rumah Pak Lampri yang ada di Desa Kecubung ini," ujar Plt Sekretaris Desa (Sekdes) Kecubung, Supriyadi.
Rombongan penyidik KPK mendatangi lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan sejumlah mobil Toyota Innova Reborn warna hitam.
Mereka langsung menyisir dan memeriksa sejumlah area serta kamar yang berada di dalam bangunan rumah tersebut.
"Tadi tidak ditemukan berupa barang bukti apa pun yang ada di sini. Kosong," lanjut Supriyadi menegaskan kondisi saat penggeledahan.
Meskipun saksi dari pihak pemerintah desa menyatakan tidak ada barang bukti yang disita, petugas tampak memboyong tiga koper dan satu kardus seusai merampungkan penggeledahan dari dalam rumah.
"Nggak pernah (pulang)," tambah Supriyadi saat menjelaskan bahwa Lampri sudah lama tidak bertandang ke rumah yang kini dihuni kerabatnya bernama Fatimah tersebut.
Di lokasi yang sama, aktivitas penggeledahan ini juga sempat menarik perhatian para pekerja SPPG Kecubung yang berada persis di sebelah rumah sasaran penggeledahan.
"Mereka juga menanyai beberapa karyawan saya, ini gedungnya siapa," ungkap PIC SPPG Kecubung, Adit Ristyawan.
Adit membeberkan bahwa bangunan yang diperiksa penyidik tersebut merupakan rumah milik almarhum orang tua Lampri.
Selain difungsikan sebagai kediaman, tempat tersebut juga dioperasikan sebagai markas atau kantor organisasi GRIB Jaya Nganjuk yang dipimpin oleh saudara kandung Lampri, Jumadi.
"Rumah di sebelah SPPG ini juga digunakan sebagai kantor GRIB Jaya Nganjuk, yang ketuanya Bapak Jumadi," jelas Adit menutup keterangannya.
Editor : SRTVRedaksi