Api Kembali Membara di Bromo, 70 Hektare Lahan Terbakar, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Petugas gabungan dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan lereng Kaldera Gunung Bromo (Istimewa/SRTV)

PROBOLINGGO, SRTV.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api pertama kali dilaporkan muncul pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo.

Meski sempat padam, angin kencang dan medan yang terjal membuat si jago merah kembali membara hingga melalap puluhan hektare vegetasi.

"Kami juga mengerahkan 1 unit truk pemadam kebakaran dan 1 unit mobil L300 bermuatan tandon air untuk mendukung suplai air di lokasi," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, saat memantau langsung proses pemadaman bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto pada Rabu sore. Kamis (6/8/2026)

Upaya pemadaman di area lereng Kaldera Bromo menghadapi kendala berat akibat kontur tebing yang terjal serta terpaan angin kencang. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim hingga Kamis (6/8/2026) pagi,

luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai ± 70 hektare, menghanguskan vegetasi berupa cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

"Semoga dukungan ini bisa mempercepat proses pemadaman api yang terjadi di Bromo ini," harap Gatot Soebroto menanggapi bantuan helikopter water bombing yang didatangkan BNPB dari Palangkaraya untuk menjangkau titik api di tebing curam.

Guna menjaga keselamatan pengunjung, pihak Balai Besar TNBTS telah memblokir sebagian akses wisata dan menutup pintu masuk dari arah Kabupaten Malang serta Lumajang sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tim gabungan dari BPBD, Polhut, TNI, Polri, dan relawan hingga kini terus berjibaku memadamkan api menggunakan kombinasi strategi manual (gepyok), drone water spray, hingga bantuan armada udara.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru