Turun ke Jombang Belanja Masalah Warga, Wiwin Sumrambah: Kita Upayakan Bersama Aspirasinya

Reporter : M. Faiz Rahman
Sambutan Wiwin Sumrambah, Anggota DPRD Jatim saat Reses di Jombang. Foto: Faiz.

 

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiwin Sumrambah, memanfaatkan masa reses sebagai ruang untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pertemuan itu dihadiri ratusan warga beserta tokoh agama dan masyarakat di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang (28/07/2026) siang.

Baca juga: Serap Aspirasi Warga di Jombang, Wiwin Sumrambah Tampung Kebutuhan Bidang Pertanian hingga UMKM

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan bahwa reses bukan sekadar memenuhi agenda kedewanan, melainkan menjadi momentum mencari persoalan riil masyarakat untuk diperjuangkan di tingkat kebijakan.

"Saya datang ke sini bukan hanya untuk bertemu njenengan semua. Saya datang untuk kulak masalah. Silakan sampaikan apa pun yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat. Jangan ada yang dipendam. Tugas kami adalah mendengar, mencatat, mengawal, dan memperjuangkannya sampai ada jalan keluar. Wakil rakyat harus hadir ketika rakyat membutuhkan," kata Wiwin di hadapan ratusan warga.

Pernyataan itu langsung memantik antusiasme peserta. Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai aspirasi yang mengemuka, mulai dari akses bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), kondisi infrastruktur desa, hingga persoalan yang dihadapi sektor pertanian.

Salah satu keluhan yang disampaikan warga adalah rusaknya jalan menuju makam desa yang hingga kini belum mendapat perbaikan. Selain permukaan jalan yang rusak, kawasan tersebut juga belum dilengkapi penerangan jalan umum sehingga dinilai membahayakan masyarakat, terutama saat malam hari.

“Saya mohon jalan menuju ke makam itu Bu, mungkin bisa diaspal atau di cor atau seperti apa. Jalannya rusak sekitar 500 meteran, bahkan kalau malam tidak ada penerangan jalannya. Jadi sangat mengkhawatirkan kalau pas lagi musim hujan,” ucap Agus Sulaiman, salah satu warga yang merupakan peserta reses.

Di sektor pertanian, persoalan pupuk subsidi menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Warga juga mengusulkan pembangunan sumur dalam, bantuan pompa air untuk mengantisipasi musim kemarau, serta pembangunan jalan usaha tani agar distribusi hasil panen lebih mudah.

Baca juga: Warga Bareng Jombang Curhat ke Wiwin Sumrambah, Sampaikan Aspirasi soal Pupuk Subsidi hingga Infrastruktur Pertanian

"Kami memahami pupuk subsidi merupakan kebutuhan utama petani. Aspirasi ini akan kami bawa dan kami komunikasikan dengan instansi terkait agar mekanisme distribusinya semakin baik dan petani tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh pupuk yang memang menjadi haknya," ungkap Wiwin.

Terkait permintaan bantuan sumur dalam, pompa air, hingga alat dan mesin pertanian, Wiwin menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pemerintah umumnya dilakukan melalui kelompok tani yang memiliki legalitas dan administrasi yang lengkap. Karena itu, ia mendorong para petani memperkuat kelembagaan kelompok tani maupun koperasi agar memiliki peluang lebih besar memperoleh bantuan.

"Silakan kelompok tani terus dilengkapi administrasinya. Nanti usulan bantuan sumur dalam, pompa air, traktor maupun alat pertanian lainnya akan kami perjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya.

Ia juga menilai pembangunan jalan usaha tani dan infrastruktur pendukung pertanian menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani. Menurutnya, akses menuju lahan pertanian harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.

Baca juga: Tangkis Dampak Kemarau Panjang, Wiwin Sumrambah Ajak Warga Jombang Tanam Kebutuhan Pangan

"Infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian kami. Jalan usaha tani, irigasi maupun sarana pendukung lainnya akan kami inventarisasi untuk kemudian diperjuangkan sesuai skala prioritas dan kewenangan pemerintah," ujar Wiwin.

Di akhir dialog, Wiwin menegaskan sektor pertanian akan tetap menjadi salah satu fokus perjuangannya di DPRD Jawa Timur. Menurut dia, ketahanan pangan hanya dapat diwujudkan apabila kesejahteraan petani terus ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

"Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi bersama para petani sebagai ujung tombak produksi pangan. Karena itu, seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini kami tampung dan akan kami perjuangkan secara bertahap sesuai kewenangan yang ada," tuturnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru