Copot ID Card di Depan Patung Bung Karno, Wartawan Blitar Desak Presiden Minta Maaf Soal 'Londo Ireng'

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Puluhan jurnalis dari IJTI, AJI, dan PWI saat menggelar aksi damai di depan patung Bung Karno (pertigaan Herlingga), Kota Blitar (Aziz/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Gelombang protes wartawan menyikapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut profesi jurnalis sebagai 'Londo Ireng' pecah di Kota Blitar.

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar aksi damai di pertigaan Patung Bung Karno, kawasan Herlingga.

Massa menuntut Kepala Negara mencabut ucapan tersebut secara terbuka karena dinilai melukai martabat insan pers yang dilindungi oleh undang-undang.

Puluhan jurnalis dari IJTI, AJI, dan PWI saat menggelar aksi damai di depan patung Bung Karno (pertigaan Herlingga), Kota Blitar (Aziz/SRTV)

Aksi yang berlangsung penuh keprihatinan ini ditandai dengan busana serba hitam, pembagian brosur, hingga pelepasan kartu identitas (ID card) pers secara massal sebagai simbol pelecehan terhadap profesi mereka. Dan meletakkan di depan patung Bung Karno 

Tak hanya itu, para pemburu berita ini juga menggalang tanda tangan petisi yang akan dikirimkan langsung ke Istana Negara.

"Ini bukan berarti kami memusuhi pemerintah. Tetapi setidaknya menjaga martabat dan harga diri jurnalis yang dilindungi undang-undang. Pers adalah salah satu pilar demokrasi, itu yang harus dicamkan," tegas Sekretaris IJTI Blitar Raya, Winanto, di lokasi aksi, Selasa (28/7/2026).

Puluhan jurnalis dari IJTI, AJI, dan PWI saat menggelar aksi damai di depan patung Bung Karno (pertigaan Herlingga), Kota Blitar (Aziz/SRTV)

Winanto menambahkan bahwa jurnalisme adalah tugas mulia yang berfungsi sebagai alat kontrol sosial serta penyeimbang kebijakan publik. Oleh karena itu, tuduhan yang menyudutkan pers tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa ada klarifikasi resmi dari pihak Istana.

"Harus klarifikasi," pungkas Winanto mengimbau rekan-rekan media untuk tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial di lapangan.

Aksi damai yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Seluruh rangkaian demonstrasi berakhir pukul 10.00 WIB dengan situasi yang tetap kondusif, aman, dan tertib.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru