BPBD Jombang Bersiaga Penuh Hadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla di Musim Kemarau

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas mengatakan Pemetaan kawasan rawan telah dilakukan sejak 24 Juni 2026 untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas mengatakan Pemetaan kawasan rawan telah dilakukan sejak 24 Juni 2026 untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.

JOMBANG, SRTV.CO.ID -Meskipun wilayah Kabupaten Jombang belum diguyur hujan dan memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sejauh ini masih tergolong aman.

Meski belum ada laporan krisis air dari pihak kecamatan, personel BPBD tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah utara Sungai Brantas.

"Sementara kita masih tercukupi kebutuhan air. Dan dari kecamatan belum ada yang meminta suplai untuk air bersih," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas. Kamis (10/9/2026)

Pemetaan kawasan rawan telah dilakukan sejak 24 Juni 2026 untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang. Potensi kekeringan diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Bareng, Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.

Sementara itu, ancaman karhutla menjadi perhatian khusus di kawasan hutan Kecamatan Wonosalam serta wilayah utara Jombang.

"Untuk wilayah utara ada potensi. Semoga saja kebutuhan air masih tercukupi," imbuhnya.

Puncak musim kemarau dan ancaman kekeringan secara normal biasanya mulai muncul sekitar bulan Oktober.

Kendati demikian, BPBD Jombang terus berkoordinasi dan memantau perkembangan cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menyesuaikan langkah mitigasi di lapangan.

"Kalau normal biasanya sekitar bulan Oktober, cuma kita juga masih menunggu rilis dari BMKG," jelas Wiku.

Menariknya, tren bencana kekeringan di Jombang mencatatkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir berkat masifnya pembangunan jaringan air bersih.

Bahkan, tidak tercatat adanya bencana kekeringan di wilayah Jombang sejak tahun 2023. Namun, kesiapsiagaan personel serta peralatan penanganan bencana tetap dijagakan secara optimal.

"Seperti Kecamatan Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan, juga masuk dalam kawasan yang perlu diantisipasi," paparnya.

Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan api, serta rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah korsleting.

Apabila warga mengalami kesulitan air bersih atau menemukan kejadian kebakaran, laporan dapat segera disampaikan melalui layanan darurat 112 atau kanal resmi BPBD Kabupaten Jombang.

"Kami siapkan semuanya untuk melakukan penanganan, baik untuk kekeringan maupun kebakaran hutan, lahan, dan lainnya," terang Wiku

Editor : SRTVRedaksi