SKB Gudo Sapu Bersih Juara, Festival Kesetaraan Jombang 2026 Buktikan Kualitas Pendidikan Nonformal

Suasana kemeriahan Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Kesetaraan Kabupaten Jombang 2026 saat berlangsung di halaman belakang Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang
Suasana kemeriahan Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Kesetaraan Kabupaten Jombang 2026 saat berlangsung di halaman belakang Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang sukses menggelar Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Kesetaraan 2026 di halaman belakang Gedung Disdikbud Jombang.

Ajang yang berlangsung selama dua hari pada 8–9 September 2026 ini menjadi panggung pembuktian kreativitas dan kapasitas warga belajar dari 24 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan dua Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Kabupaten Jombang.

"Tujuannya memberikan ruang kepada anak-anak untuk mampu menunjukkan kemampuan mereka selama proses pembelajaran di pendidikan nonformal," ujar Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Jombang, Maria Ulfah, Kamis (10/9/2026).

Acara ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni pelatihan dan lomba digital marketing, pentas seni, serta pameran stand hasil karya.

Pengunjung disuguhkan berbagai produk lokal unik yang murni diciptakan oleh peserta didik pendidikan nonformal, sekaligus membuktikan bahwa kualitas mereka mampu bersaing.

"Produk yang ditampilkan oleh Bapak Ibu yang ada di PKBM maupun dari SKB bukan produk luar, tetapi produk hasil karya anak-anak yang belajar di PKBM maupun di SKB," jelas Maria Ulfah.

Dalam kompetisi digital marketing, peserta tak hanya menerima materi teori, melainkan langsung menerapkannya dengan membuat konten pemasaran produk. Konten tersebut kemudian diulas oleh masyarakat umum dan dinilai oleh tim juri profesional untuk menentukan karya terbaik.

"Di samping mereka dapat ilmu, tapi langsung diimplementasikan untuk bikin konten marketing produk yang itu akan direview oleh masyarakat dan dinilai oleh juri," terangnya.

Persaingan ketat di semua kategori bermuara pada dominasi penuh SKB Gudo yang berhasil meraih Juara 1 di seluruh cabang perlombaan, baik Pentas Seni, Pameran Stand Hasil Karya, maupun Life Skill Digital Marketing.

Posisi runner-up dan juara harapan diisi oleh PKBM unggulan lain seperti PKBM Permata Bangsa, PKBM Yakase, PKBM BBE, dan PKBM Pandu. Melalui raihan prestasi ini, Disdikbud Jombang berharap stigma negatif terhadap pendidikan nonformal dapat terkikis secara bertahap.

"Harapannya dengan momen ini kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa keberadaan pendidikan nonformal itu bisa memberi warna yang positif terhadap kemajuan pendidikan Kabupaten Jombang," tegas Maria Ulfah.

Pendidikan nonformal terbukti memegang peran strategis dalam merangkul anak-anak yang memiliki keterbatasan untuk menjangkau jalur sekolah formal.

Lewat wadah seperti PKBM dan SKB, setiap anak tetap mendapatkan hak pendidikan serta bekal keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman.

"Khususnya bagi anak-anak yang punya keterbatasan akses di dunia pendidikan formal," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi