Innalillahi wainnalillahi roji’un PC – NU Berduka – srtv.co.id

srtv.co.id Nganjuk – Bermaksud membersikan daun bambu yang akan dibakar disawah milikny KH. Fathurrohman Ro’is Syuriyah MWCNU Rejoso, asal Desa Mungkung Kecamatan Rejoso ini ditemukan meninggal dibawah bekas pohon bambu yang sudah terbakar, Rabu (9/10/2019) sekira pukul 14.30 wib.

Awal kejadiannya, pagi sekira pukul 09.00 wib korban berpamitan kepada
isterinya Siti Mukaromah (50) hendak pergi kesawah miliknya. Korbanpun menuju ke persawahan dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna hitam, sambil membawa sapu lidi untuk membersihkan daun bambu yang akan dibakar disawah miliknya.

Namun karena waktu menunjukkan pukul 14.00 wib dan korban belum nampak pulang, maka sang isteri meminta bantuan kepada Imam Badri (adik iparnya korban) untuk mencari korban kepersawahan.

Bacajuga  Patroli Gowes Jaga Kondusifitas Wilayah - srtv.co.id

Namun sesampainya ditempat yang dituju, Imam Badri melihat korban sudah tergeletak dibawah pohon bambu yang sudah bekas terbakar, dalam keadaan tak bernyawa.

Kemudian Imam Badri menghubungi Sofia Nurhayati (29) menantu korban, bahwa bapaknya sudah meninggal dunia karena terbakar.

Mendengar kabar tersebut
Sofia Nurhayati meminta bantuan ke warga dan melaporkan ke perangkat desa serta diteruskan Polisi untuk tindak lanjut.

Menurut Kapolsek Rejoso, AKP Burhanudin bahwa, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada diri korban. Namun tubuh korban dengan mayat tinggi badan 155 cm ini hampir tidak dikenali karena Rambut bekas terbakar, celana warna biru bekas terbakar serta perut pecah dan usus keluar serta seluruh badannya hangus terbakar.

Bacajuga  Menggenjot Pertanian Nganjuk, Pemerintah Daerah Temu Wicara Bersama Stakeholder Petani

“Sebagai barang bukti, petugas mengamankan sebuah celana warna biru bekas terbakar, bekas sisa rambut yang terbakar dan memintakan ver mayat,” ujarnya.

Dikatakan juga oleh AKP. Burhabudin, sesuai dengan keterangan keluarga korban,Fatur Rochman (korban) diperkirakan terbakar saat membakar daun bambu disawah milik korban. Namun begitu, keluarga korban menerima musibah kematian korban ini. “Keluarga korban ikhlas menerima musibah ini dan menolak dilakukan otopsi serta sanggup membuat surat pernyataan diketahui Kepala desa,” pungkasnya.

Reporter : Saiful Arifin
Editor : Pakde Kamto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *