SOSIAL  

Hidup Dibawah garis Kemiskinan Adik Kakak belum Tersentuh PEMDA – srtv.co.id

stv.co.id Pacitan | Sungguh memilukan nasib Nisa Refiana 16 tahun beserta adiknya yakni Sita Prasetia yang masih berumur 12 tahun, sejak puluhan tahun keduanya derita penyakit Tunarungu serta susah bicara hingga saat ini.

Dari latar belakang keluarga tak mampu Nisa Refiana dan adiknya tinggal dipelosok desa bersama kedua orang tuanya yakni Sugito dan Harni (32), warga Dusun Sono Rt02 Rw09 Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur.

Kondisi saat ini sangat memprihatinkan sang keluarga hanya berharap ada sentuhan dari pemerintah daerah untuk membantunya pasalnya selama ini menurut keterangannya belum pernah mendapatkan bantuan guna membantu kesembuhan kedua buah hatinya tersebut.

Bacajuga  Tekan Angka Kemiskinan Dengan Program Bekerja 2019 - srtv.co.id

Apalagi Nisa Refiana hanya lulusan SD saat ini tak melanjutkan sekolah lantaran malu sering diijek teman- temannya karena tak bisa bicara lancar dan susah mendengar, juga terbentur dengan biaya perekonomian keluarga mampu namun ia sangat berharap bisa melanjutkan kembali.

Harni sambil meneteskan air mata berharap ada malaikat yang bisa menolong keluganya untuk kesembuhan serta berharap ada orang yang membantu agar kedua anak tersebut bisa melanjutkan masa depannya.

“yang pertama berharap ada keajaiban dari sang maha pencipta untuk kesembuhan kedua anak kami dan juga ada orang yang menolong kami agar anak-anak bisa melanjutkan masa depannya, dan juga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu keluarga kami.”katanya sambil terdesak-desak teteskan airmata.

Bacajuga  Pimpin RAT, Danrem 081/DSJ : Koperasi Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Anggotanya - srtv.co.id

Dengan keterbatasan keluarga penghasilan tak menentu hanya cukup untuk makan setiap harinya.

Pada kesempatan yang sama kepala desa kalikuning terpilih Agung Pambudi saat bersilaturrahmi menjenguk warganya usai mendapatkan laporan dia mengatakan kedepan akan mengusahakan agar kedua anak tersebut mendapatkan pendidikan.

“Tadi datang silaturahmi dan menemukan dua anak dari keluarga mempunyai cacat pendengaran dan ngomong, semoga kedepan saya bisa mengusahakan keduanya, karena butuh pendidikan yang lebih untuk bekal di masa mendatang nanti”. ungkaonya usai memberikan peralatan melukis dan bingkisan.

Reporter : Rojihan

Editor : DJ Rafli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *