Puasa Ramadhan melatih Hidup tidak Konsumtif dan Hedonis – srtv.co.id

Puasa Ramadhan melatih Hidup tidak Konsumtif dan Hedonis

———————————-
Ali Anwar Mhd

srtv.co.id Nganjuk, Puasa ramadhan itu tidak ringan, tapi diperintahkan dan diwajibkan kepada semua orang beriman. Baik laki-laki, perempuan, muda, dewasa, bahkan anak kecil yang belum baligh supaya dilatih untuk berpuasa.

Tidak ringan tapi diperintahkan. Tentu memiliki tujuan dibalik perintah tersebut.

Berpuasa, untuk mendidik dan mengekang semua keinginan. Mendidik untuk melatih hidup dengan terbatas dan kesederhanaan.

Makan yang biasanya tiga sampai empat kali berubah menjadi dua kali. Minum yang asalnya setiap saat dan waktu di siang hari diperbolehkan menjadi harus menunggu saat adzan magrib tiba.

Perintah puasa yang tidak ringan, bagi orang beriman kuat dan sudah terbiasa adalah sesuatu yang tidak berat. Malah dia bisa menikmati dari esensi perintah puasa tersebut.

Bacajuga  Sebanyak 464 CPNS Dominasikan bertugas di Dinas Pendidikan dan Kesehatan - srtv.co.id

Esensi puasa adalah mendidik supaya seseorang memiliki kontrol diri yang sudah dilatih melalui pengekangan, dan membentuk pribadi untuk berprilaku sederhana.

Kontrol diri dan kesederhanaan lahir dari buah keimanan. Nilai ini yang diharapkan terus dijadikan setandart saat menjalani titah hidup.

Mengapa terkadang lahir sikap yang sebaliknya, misal seseorang saat puasa malah melepas kontrol, semua keinginan dipenuhi begitu mampu melalui batas finis waktu yang dilarang.

Seseorang tersebut malah membangun kebiasaan konsumtif-hedonis yang melahirkan mahalnya hidup. Bukan melahirkan kesederhanaan hidup.

Jika masih terjadi demikian, maka perintah puasa belum melahirkan hasil. Belum mampu menjalani perintah berdasarkan kuatnya iman, tapi hanya formalitas yang masih bercampur budaya. Misal sebab malu dengan yang lain.

Bacajuga  Kedekatan Babinsa Bina IPSI Ranting Baron - srtv.co.id

Padahal tujuan perintah puasa supaya semakin beriman dan bertaqwa, dengan indikator kuatnya sikap kontrol diri dan kesederhanaan yang dilahirkan.

Nganjuk, 17 Mei 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *