Sandi Kibarkan Bendera NU, Gus Nabil Isyarat untuk Memilih KH. Ma’ruf Amin

Isyarat untuk Memilih KH. Ma’ruf Amin

srtv.co.id Surakarta, – Beberapa hari ini publik dunia maya riuh ramai membahas pengibaran bendera NU pada kampanye akbar Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Lumajang, Kamis (4/4). Aksi tersebut mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen.

Menurut Gus Nabil, sapaan akrabnya, meski secara kelembagaan NU tegas bersikap tidak akan ikut berpolitik praktis, sebuah hal yang wajar jika NU menjadi rebutan setiap kali pilpres. NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan dengan jutaan anggotanya.

Dalam buku “NU DAN KEINDONESIAAN” karya Mohammad Sobary, mantan Ketua Umum PBNU Almarhum KH Hasyim Muzadi pernah menyatakan jumlah warga NU sekitar 60 juta. Namun, Gus Dur menaksir lebih dari 50% orang Indonesia adalah warga NU atau sekitar 120 juta.

Bayaknya jumlah warga NU tersebut, menjadikan NU seperti gula yang dikerumuni oleh gerombolan semut.“Sehingga wajar apabila ada salah satu calon wakil presiden yang ingin merebut simpati warga NU dengan mengibarkan bendera kebesaran dan kebanggaan warga NU saat kampanye. Dengan maksud supaya warga NU menaruh simpati kepadanya. Padahal hal itu mencederai marwah NU,” ujar Gus Nabil.

Namun perlu diketahui, lanjut Gus Nabil, warga NU adalah pemilih yang cerdas. Pemilih yang dapat menilai apakah wakil tersebut mewakili NU atau tidak. Tentu saja hal itu dapat dilihat dari track record masing-masing kandidat. Bagaimana seorang kandidat itu mengabdi dan berkhidmat kepada NU.

Bagi Gus Nabil, kadar ke-NU-an seseorang itu berbeda-beda. Ada yang NU tulen ada juga yang mengaku NU. “Soal pengibaran bendera, saya yakin Sandi tidak memahami betul AD/ART NU. Warga NU tulen pasti tahu dan dapat membedakan antara politik untuk NU dan NU untuk politik, ” tegas Gus Nabil yang kini diperintah para kiai untuk maju menjadi calon legislatif dapil V Jateng melalui PDI Perjuangan.

“Mungkin, maksud Sandi mengibarkan bendera NU saat kampanye adalah mengirimkan isyarat agar pendukungnya memilih KH. Ma’ruf Amin pada 17 April nanti,” gurau Gus Nabil.

Sebelumnya, NU Lumajang melayangkan protes keras terhadap cawapres Sandiaga Uno yang sempat mengibarkan bendera NU dalam kampanye terbuka. Menurut pengurus NU Lumajang, apa yang dilakukan Sandiaga bisa memicu gesekan horizontal.

“Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran ‘bendera NU’ dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horizontal di tengah masyarakat,” tutur Rais NU Lumajang Husni Zuhri dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (6/4).

Reporter : K. Setyawan

Editor : Bagus Jarikusumo

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.