Dari Selep Tepung Ke Toko Grosir, Kisah Sukses Samsul Arif Bangun Usaha Berkat Pinjaman KUR BRI

Samsul Arif (47), pemilik toko sembako di Pasar Desa Bandung, Diwek, Jombang, saat mengecek stok barang dagangan 
Samsul Arif (47), pemilik toko sembako di Pasar Desa Bandung, Diwek, Jombang, saat mengecek stok barang dagangan 

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Berkat ketekunan dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, Samsul Arif (47) bertransformasi dari penjual jasa selep tepung menjadi pemilik toko sembako dan perintis grosir di Pasar Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Perjalanan kisah usaha Samsul membuktikan bahwa langkah kecil bisa membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Sebelum memiliki toko sembako yang terus berkembang, ia mengawali perjalanan usahanya dengan berjualan jasa selep tepung di Pasar Bandung pada 2001. 

"Dulu setiap hari berangkat dari rumah menuju pasar dengan mengayuh sepeda angin, untuk mengumpulkan uang demi memenuhi kebutuhan hidup," ungkap Arif saat diwawancarai di toko grosirnya, Kamis (5/11/2026).

Setelah menikah dan memiliki tabungan, pada 2007 Arif mengambil langkah baru. Ia membeli kios berukuran 2x3 meter di Pasar Bandung seharga Rp7,5 juta. Keputusan itu diambil untuk mewujudkan keinginan istrinya membuka toko di pasar.

"Mulai dari modal awal Rp2 juta dari tabungan, kios akhirnya bisa terisi dengan berbagai kebutuhan pokok," imbuhnya.

Perjalanan mengembangkan usaha tersebut akhirnya dimulai pada 2017, ia mengajukan pinjaman pertamanya ke BRI sebesar Rp25 juta. Dana itu digunakan membeli satu kios lagi sehingga luasnya menjadi 6x2 meter, sekaligus menambah stok barang dagangan agar lebih beragam dan lengkap. Tiga tahun kemudian, Arif kembali mengajukan KUR secara berturut-turut ke BRI sebesar Rp50 juta, Rp50 juta, hingga terakhir Rp60 juta. 

"Uang itu dipakai untuk mengembangkan usaha dan membeli mobil pikap guna mengangkut barang dagangan setiap hari dari rumah menuju pasar," jelasnya.

Sebelumnya, ia mengangkut barang menggunakan sepeda motor. Namun karena barang semakin banyak, cara itu tak lagi memungkinkan. Berkat tambahan modal dan pengelolaan yang baik, bisnis sembako Arif terus berkembang. 

"Dari omzet usaha grosir ini akhirnya membeli tanah, mobil dan membangun rumah untuk keluarga, serta biayai dua anak saya hingga kuliah. Alhamdulilah sudah mempersiapkan keberangkatan haji bersama istri," paparnya.

Tak berhenti di situ, Arif kini merintis usaha baru. Bermodalkan pinjaman BRI terakhir sebesar Rp60 juta, ia membeli tanah dan membangun gudang di rumahnya untuk menjalankan usaha grosir kebutuhan pokok. Gudang itu dipersiapkan agar nantinya dapat dikelola oleh putranya setelah menyelesaikan kuliah pada 2027 mendatang.

Bagi Arif, akses permodalan menjadi faktor penting dalam perjalanan usahanya. Ia mengaku selama ini hanya mengajukan pinjaman perbankan melalui BRI karena menilai bunganya relatif rendah, proses kreditnya cepat dan mudah, serta pelayanan petugasnya memuaskan.

"Pelayanan mantri dan petugas BRI sangat baik, membuat saya merasa nyaman untuk terus memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut," pungkas Arif.

Editor : SRTVRedaksi