Sambut HSN 2026, PWNU Jatim Rutinkan Ngaji Kitab Al-Hikam Setiap Selasa

Suasana di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya. Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, PWNU Jawa Timur resmi mengagendakan pengajian rutin Kitab Al-Hikam setiap Selasa bakda Asar (SRTV)
Suasana di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya. Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, PWNU Jawa Timur resmi mengagendakan pengajian rutin Kitab Al-Hikam setiap Selasa bakda Asar (SRTV)

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mencanangkan ngaji rutin Kitab Al-Hikam karya sufi Ibnu Atha’illah untuk menandai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Majelis taklim ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Selasa bakda Asar di Kantor PWNU Jatim.

"Ngaji rutin Al-Hikam itu akan diawali dengan pembukaan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir pada Selasa 29 September 2026 dan selanjutnya akan diteruskan oleh Gus Firjaun (Pj Ketua PWNU Jatim KHM Balya Firjaun Barlaman) dan pengurus lain," kata Katib Syuriah PWNU Jatim KHM Ahsanul Haq di Surabaya, Rabu (23/9/2026)

Persiapan peringatan HSN 2026 ini dimatangkan melalui Rapat Harian PWNU Jatim. Struktur kepanitiaan dipimpin oleh HM Mus’tain (Wakil Ketua PWNU) sebagai Ketua Panitia, HM Wafiyul Ahdil (Wakil Sekretaris PWNU) selaku Sekretaris, dan H Yoke CK (Bendahara PWNU) sebagai Bendahara, serta didukung oleh jajaran pengurus harian dan pimpinan lembaga di lingkungan PWNU Jatim.

"Untuk bentuk kegiatan akan dibahas bersama antara PWNU Jatim, Panitia HSN 2026, dan sejumlah Lembaga PWNU Jatim, seperti Lembaga Ta’lif wan Nasr (LTN) PWNU Jatim yang sudah mengusulkan HSN Super League, Rembuk Media bertajuk ‘NU Pasca-Muktamar’, dan sebagainya," katanya.

Berbagai usulan program turut dirancang untuk menyemarakkan rangkaian HSN 2026. PWNU Jatim merencanakan optimalisasi aset LWP PWNU Jatim di Prigen-Malang, menggelar khataman Al-Qur’an secara berkala bersama Jamqur-khodam NU, serta memasifkan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di seluruh lini tingkatan.

"Pleno di PWNU Jatim itu menunggu kelengkapan kepengurusan PBNU dan pleno PBNU, karena mungkin saja ada pengurus PWNU Jatim yang ditarik ke kepengurusan PBNU. Kita tunggu saja, tapi Gus Firjaun sebagai Pj Ketua ya jalan terus. Yang jelas, sopir NU itu bisa siapa saja, tapi trayek NU itu tetap yakni nilai-nilai Qonun Asasi dan Aswaja," katanya terkait dinamika kepengurusan pasca-Muktamar ke-35 NU.

Editor : SRTVRedaksi