JOMBANG, SRTV.CO.ID — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang berharap kepengurusan PBNU periode 2026–2031 tidak sibuk dengan urusan internal semata.
Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) menegaskan bahwa program kerja yang dilahirkan harus berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
"Kita berharap ke depan ini PBNU bisa membuat program yang menyentuh langsung ke ummatan," ujar Gus Fahmi dikutip melalui NU Online, Minggu (6/9/2026).
Gus Fahmi menyoroti tiga sektor utama yang menurutnya masih perlu perhatian serius, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Pertama, dalam bidang pendidikan, ia mendorong peningkatan kualitas sekolah-sekolah NU agar mampu bersaing dengan institusi lainnya.
"Banyak sekolah di bawah naungan NU yang punya potensi besar, namun masih perlu sentuhan perbaikan sarana dan mutu pembelajaran," terang Pengasuh Putri Ponpes Tebuireng ini.
Sementara di sektor kesehatan, Gus Fahmi menyoroti minimnya jumlah Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) dibandingkan dengan rumah sakit milik organisasi masyarakat lain.
Ia menilai hal ini perlu segera dibenahi agar NU bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat dalam hal layanan medis.
"Di bidang kesehatan bisa membangun rumah sakit yang baik, di beberapa daerah bahkan rumah sakit NU di Indonesia ini masih minim sekali dibandingkan dengan rumah sakit milik ormas lain," jelasnya.
Kemudian pada sektor ekonomi, Gus Fahmi mengingatkan pentingnya membangun kemandirian finansial organisasi.
Ia mengusulkan agar jam'iyah memiliki unit usaha atau saham yang kepemilikannya melembaga, bukan atas nama pribadi.
"Sehingga nanti keuntungannya itu kembali kepada jam'iyah, dimanfaatkan untuk keperluan jam'iyah, bukan untuk kepentingan pribadi," imbuhnya.
Ia juga berharap program-program keumatan ini tidak hanya berjalan di tingkat pusat, tetapi juga terintegrasi hingga ke PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia.
Menurutnya, sinergi antarjenjang kepengurusan menjadi kunci agar manfaat program bisa dirasakan secara merata.
"Jadi, kita tunggu gebrakan dari PBNU yang baru, tentu kita bangga dan bahagia dengan selesainya Muktamar dan terpilihnya Rais Aam serta Ketua Umum yang baru," pungkasnya.
Sebelumnya, Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, telah menetapkan KH Miftakhul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme AHWA
Editor : SRTVRedaksi