JOMBANG, SRTV.CO.ID - Musim kemarau yang masih melanda berbagai wilayah memicu tingginya risiko kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keberadaan rumpun bambu kering di dekat pemukiman.
"Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala atau bara masih ada. Pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan," tegas Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas. Sabtu (5/9/2026)
Memasuki September 2026, BMKG mencatat titik api masih tersebar di sejumlah daerah dari Aceh hingga Papua Tengah. BPBD Jombang meminta masyarakat tidak memperparah keadaan dengan membakar sampah atau lahan secara sembarangan.
"Jika pembakaran benar-benar diperlukan, aktivitas tersebut harus dilakukan dengan pengawasan penuh," imbuh Wiku.
Guna mencegah munculnya kobaran api, warga disarankan rutin membersihkan vegetasi kering di sekitar hunian serta menyediakan alat pemadam sederhana seperti ember air atau karung basah.
"Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melapor agar dapat ditangani sebelum api meluas. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi menjadi sumber api," terang Wiku.
Tindakan pembakaran lahan secara sembarangan tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda, tetapi juga berpotensi mengarah pada konsekuensi hukum.
"Kewaspadaan sejak dini diharapkan dapat mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar, terutama ketika kondisi lingkungan masih didominasi cuaca panas dan kering," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi