JOMBANG, SRTV.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengambil langkah cepat usai 256 siswa SMPN 1 Kabuh dilaporkan mengalami keluhan kesehatan massal pasca-menyantap pakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tim Dinkes fokus mengecek ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan, sekaligus menguji sampel santapan ke laboratorium di Surabaya guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Kita evaluasi SLHS lagi. Nanti tim saya akan turun dan sampel makanannya dikirim ke Surabaya untuk diperiksa," ujar Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada. Sabtu (5/9/2026)
Proses pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh oleh tim Dinkes dengan menyisir lemari pendingin milik SPPG. Berbagai komponen menu makanan dari hari kejadian seperti udang saus Padang, sayuran, nasi, hingga buah pepaya diamankan sebagai bahan uji teknis.
"Sampel makanannya itu mau dikirim ke Surabaya, ke BLK," tungkas dr. Hexawan Tjahja Widada.
Di sisi lain, pihak pengelola tempat pengolahan makanan mengutarakan dugaan sementara terkait bahan baku utama yang berpotensi memicu timbulnya reaksi kesehatan pada para siswa. Meski demikian, penyedia menegaskan proses pengolahan bahan masakan telah melewati pengamatan awal sebelum diolah.
"Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya," terang Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (2/9) ketika ratusan siswa mendadak mengeluhkan diare, mual, muntah, hingga tubuh terasa lemas usai mengonsumsi makanan MBG.
Sebanyak tujuh siswa harus mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat, sementara sisanya menjalani pengobatan jalan maupun mandiri.
Saat ini seluruh pihak masih menunggu hasil uji laboratorium dari Surabaya sembari Dinkes memperketat pengawasan standar higiene sanitasi penyedia.
Editor : SRTVRedaksi