Tragedi di Rel KA Garum, Pria Asal Kota Blitar Tewas Usai Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Petugas gabungan dari Polres Blitar dan pihak kereta api saat mengevakuasi jasad korban di perlintasan rel KA kilometer 117+9 Desa Pojok, Garum, Blitar (Ist/SRTV)
Petugas gabungan dari Polres Blitar dan pihak kereta api saat mengevakuasi jasad korban di perlintasan rel KA kilometer 117+9 Desa Pojok, Garum, Blitar (Ist/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar digegerkan dengan insiden maut di jalur rel kereta api. Seorang pria berinisial MS (55) tewas setelah diduga sengaja menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas pada Rabu (02/8/2026)

"Informasinya karena depresi," kata Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 05.01 WIB di perlintasan kereta api kilometer 117+9 Desa Pojok.

Korban yang diketahui merupakan warga Jalan Sakura, Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar tersebut diduga nekad mengakhiri hidupnya akibat tekanan mental yang dialaminya.

"Masinis kereta langsung melapor ke stasiun terdekat. Petugas gabungan dari KA dan polisi segera menuju ke lokasi," ujar Aiptu Muheni.

Kejadian bermula saat KA Majapahit melaju dari arah Blitar menuju Malang. Saat melintas di lokasi kejadian, masinis melihat ada seseorang yang menabrakkan diri ke badan kereta api.

Setelah menerima laporan dari masinis, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

"Unit Inafis Polres Blitar melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Setelah itu, korban dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Blitar untuk dilakukan VER, serta mengamankan barang bukti dan menghubungi pihak keluarga," lanjutnya.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, korban memang diketahui sedang mengalami depresi, meski penyebab pastinya belum diketahui.

"Kami imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga keselamatan dan keamanan bersama," pungkas Aiptu Muheni.

Editor : SRTVRedaksi