Kang Marhaen Buka Konfercab II, Duet Lukman-Dian Pimpin PA-GMNI Nganjuk, Fokus Konsolidasi dan Kontribusi Daerah

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan sambutan dalam Konfercab II PA-GMNI Kabupaten Nganjuk (Mr Boni/SRTV)
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan sambutan dalam Konfercab II PA-GMNI Kabupaten Nganjuk (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Regenerasi dalam sebuah organisasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan upaya menjaga kesinambungan nilai, menyatukan pengalaman, dan memastikan organisasi tetap relevan dengan perubahan zaman.

Semangat tersebut mengemuka dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Kabupaten Nganjuk yang digelar pada Sabtu (29/8/2026).

"Menjadi alumni bukan berarti selesai berproses. Justru setelah menjadi alumni, ruang pengabdian kita semakin luas. Nilai-nilai yang dulu kita pelajari harus terus kita bawa untuk menjawab persoalan masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Forum yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini mengusung tema “Menguatkan Konsolidasi, Merajut Persatuan Alumni, dan Mewujudkan Regenerasi Kepemimpinan Persatuan Alumni GMNI Nganjuk”.

Kehadiran Bupati Marhaen yang juga merupakan alumni GMNI memberikan pesan moral mendalam bagi seluruh peserta yang hadir dari berbagai latar belakang profesi dan bidang pengabdian.

"Jangan sampai perbedaan perjalanan dan pilihan hidup membuat kita kehilangan ikatan. PA-GMNI harus menjadi ruang untuk menyatukan pengalaman, gagasan dan kekuatan alumni. Kalau seluruh potensi itu disatukan, organisasi akan memiliki energi besar untuk ikut membangun Nganjuk,” kata Kang Marhaen menambahkan.

Dalam agenda utama Konfercab II tersebut, Lukmanul Hakim resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PA-GMNI Nganjuk periode 2026–2031 sekaligus merangkap Ketua Formatur.

Sementara itu, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Dian Fendi Surya Kusuma untuk mendampingi arah baru kepemimpinan lima tahun ke depan.

“Setelah konfercab selesai, sesungguhnya perjalanan organisasi baru dimulai. Amanah ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang bagaimana kita menyatukan seluruh alumni dan mengubah potensi yang kita miliki menjadi kekuatan bersama untuk berbuat lebih banyak,” tegas Lukmanul Hakim usai terpilih.

Lukman menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 akan berfokus pada konsolidasi internal, penguatan komunikasi, serta kolaborasi lintas sektor.

Namun, ia menegaskan konsolidasi tersebut harus berdampak langsung pada kontribusi nyata di tengah kehidupan masyarakat Nganjuk.

“Kita tidak ingin PA-GMNI hanya dikenal karena forum dan kegiatannya. Kita ingin organisasi ini dikenal karena kontribusinya. Alumni harus mampu membaca persoalan di sekelilingnya, menghadirkan gagasan dan ikut mencari solusi,” tuturnya penuh optimisme.

Lukman juga mengajak seluruh alumni untuk menjadikan persatuan sebagai fondasi utama gerakan. Meski memiliki latar belakang beragam, seluruh alumni disatukan oleh sejarah kaderisasi serta nilai perjuangan yang sama untuk membangun Nganjuk secara bersama-sama.

“Kita semua memiliki sejarah dan rumah yang sama. Karena itu, mari kita tinggalkan sekat-sekat dan berjalan bersama. Yang kita bangun bukan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi PA-GMNI Nganjuk sebagai rumah besar seluruh alumni,” pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi