Ziarah ke Makam Pendiri NU dan Salat Hajat Bersama Gus Kikin, Kiai Said Aqil : Muktamar Pestanya NU, Bukan Tempat Judi

KH Said Aqil Siradj, mantan Ketua PBNU saat diwawancarai di Ponpes Tebuireng Jombang
KH Said Aqil Siradj, mantan Ketua PBNU saat diwawancarai di Ponpes Tebuireng Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - KH Said Aqil Siradj, Ketua PBNU dua periode masa khidmat 2010–2021, melakukan kunjungannya ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Sabtu (29/8/2026) siang.

Kedatangan Kiai Said disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, calon Ketua Umum PBNU.

Kemudian berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, dan dilanjutkan masuk ke Ndalem Kasepuhan Tebuireng bermahtamah dengan dzuriyah Tebuireng serta juga melaksanakan salat hajat bersama Gus Kikin di kamar KH Hasyim Asy'ari sebelum akhirnya berpamitan.

"Gak ada yang lain. Gak ada, gak ada yang diminta kecuali muktamar berjalan aman, damai, tenteram," ungkap Kiai Said Aqil seusai keluar di ndalem kasepuhan Ponpes Tebuireng.

Mantan Ketum PBNU itu menyematkan pesan agar Muktamar NU dijadikan sebagai pestanya NU, bukan arena untuk bertaruh atau mempertajam konflik. Ia berharap muktamar menjadi ruang pemersatu, bukan pemicu perpecahan.

"Menjadikan muktamar sebagai pestanya orang NU-lah, bukan tempat judi. Yang justru tadinya kurang bersatu jadi bersatu. Nyatanya ada ketegangan, justru di muktamar itu menghilangkan ketegangan. Jangan sebaliknya," pesannya.

Di sisi lain, ketika disinggung wartawan mengenai sosok Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil merespons dengan baik. Ia menegaskan bahwa Gus Kikin adalah dzuriah atau keturunan dari pendiri organisasi NU.

"Baik, baik. Dzurriyah," tandas Kiai Said singkat namun mantap saat ditanya wartawan mengenai sosok Gus Kikin.

Editor : SRTVRedaksi