Harmoni Gerak Semarak Merdeka, Sentuhan Tangan Lilik Semirah dalam Tari Rampak PHBN Baron

Lilik Semirah penata rias sekaligus guru senior TK Dharma Wanita 2 Sambiroto, bersama para penari Tari Rampak usai tampil di Lapangan Baron (Mr Boni/SRTV)
Lilik Semirah penata rias sekaligus guru senior TK Dharma Wanita 2 Sambiroto, bersama para penari Tari Rampak usai tampil di Lapangan Baron (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO ID — Riak semangat kemerdekaan begitu terasa di Lapangan Kecamatan Baron, Nganjuk, saat gelaran upacara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung khidmat sekaligus semarak pada Senin (17/8/2026). 

Di balik riuh tepuk tangan warga yang memadati lapangan, tarian kolosal penuh ritme dan warna tampil memukau menyedot perhatian publik. 

Tari Rampak, yang dibawakan dengan penuh keselarasan oleh para penari muda, menjadi salah satu penampil utama yang menghidupkan suasana perayaan.

"Tari Rampak ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan wujud ekspresi kegembiraan, sarana mempererat kebersamaan, serta upaya nyata melestarikan seni budaya lokal demi memperkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat," ujar Lilik Semirah, penata rias Tari Rampak sekaligus guru senior TK Dharma Wanita 2 Sambiroto. Selasa (18/8/2026)

Keindahan tarian tersebut tidak lepas dari tangan dingin sang maestro Bumi Anjuk Ladang yang telah puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan dan seni anak usia dini. 

Lilik Semirah dengan penuh ketelitian merias para penari, memastikan setiap goresan warna dan rincian busana mampu memancarkan karakter serta semangat dari setiap gerakan tarian yang disajikan di panggung peringatan nasional ini.

"Gerakan serentak yang dinamis melambangkan gotong royong dan persatuan antarwarga. Di sinilah Kekompakan dan Keselarasan menjadi ruh utama pertunjukan," ungkap Lilik sembari tersenyum bangga.

Bagi Lilik dan segenap panitia, panggung PHBN ini menjadi sarana edukasi budaya yang sangat berharga bagi generasi muda. Tari Rampak memberi ruang luas bagi para remaja dan anak-anak untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui seni gerak yang berakar pada tradisi luhur bangsa.

"Tarian ini menjadi wadah bagi generasi penerus untuk mengekspresikan cinta tanah air lewat seni tarian yang bermakna," tambah sosok pendidik senior di Kecamatan Baron tersebut.

Kehadiran tarian ini sukses menyulut antusiasme warga yang hadir menyimak rangkaian upacara dari awal hingga akhir. 

Dinamika gerak yang selaras dengan irama musik tradisional menjadikan Peringatan HUT Ke-81 RI di Kecamatan Baron terasa lebih hidup, meriah, dan membekas di hati masyarakat yang menyaksikan.

"Tujuan kami tentu menjadi daya tarik perayaan, menghidupkan suasana Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 agar lebih meriah, semarak, dan berkesan bagi siapa saja yang hadir," tutur Lilik.

Makna mendalam dari kata "rampak" itu sendiri menjadi benang merah yang menyatukan nilai seni dengan cita-cita besar bangsa. 

Semangat kebersamaan dalam setiap gerak selaras para penari menjelma menjadi simbol hidup keberagaman Indonesia yang tetap padu dan berdaulat.

"Kata rampak berasal dari bahasa Sunda dan Jawa yang berarti serempak atau bersamaan. Hal ini sangat selaras dengan filosofi dan slogan PHBN ke-81 tahun ini, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur," pungkas Lilik Semirah menutup perbincangan.

Editor : SRTVRedaksi