SURABAYA, SRTV.CO.ID – Menipisnya persediaan kantong darah di Kota Surabaya mendorong aksi nyata dari jajaran istri prajurit TNI Angkatan Laut. Melalui organisasi Jalasenastri, para anggota bersinergi menggelar aksi donor darah massal di Mako Koarmada II, Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Ketua Umum Jalasenastri, Fera Muhammad Ali, menjelaskan bahwa bakti sosial ini diselenggarakan sekaligus dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Jalasenastri tahun 2026.
"Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi kelangkaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), khususnya untuk golongan darah yang mulai menipis dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat." Ujarnya
Data Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya per Agustus 2026 mencatat angka ketersediaan stok darah bergerak fluktuatif dari jam ke jam, dengan stok golongan darah O dilaporkan mulai menipis.
"Ini merupakan respons cepat Jalasenastri untuk memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan tindakan medis mendadak." Tuturnya
Khusus di Koarmada II Surabaya, aksi sosial ini menargetkan pengumpulan 500 kantong darah. Aksi di Surabaya ini menjadi bagian dari gerakan serentak secara nasional.
"Khusus di Koarmada II Surabaya, aksi sosial ini menargetkan pengumpulan 500 kantong darah. Aksi di Surabaya ini menjadi bagian dari gerakan serentak secara nasional." Ungkapnya
Secara keseluruhan ditargetkan terkumpul hingga 5.000 kantong darah untuk PMI agar dapat membantu masyarakat luas yang sedang membutuhkan
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi. Tidak hanya diikuti oleh para istri prajurit TNI AL, aksi donor darah ini juga melibatkan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), prajurit TNI AL, hingga masyarakat umum yang ingin berbagi kehidupan.
"Tidak hanya diikuti oleh para istri prajurit TNI AL, aksi donor darah ini juga melibatkan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), prajurit TNI AL, hingga masyarakat umum yang ingin berbagi kehidupan." Katanya
Setiap calon pendonor harus melewati serangkaian screening kesehatan ketat, seperti batas usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb).
Setelah dinyatakan lolos kualifikasi, proses pengambilan darah berlangsung sekitar 10–15 menit, dilanjutkan dengan masa pemulihan dan pemberian asupan nutrisi penambah energi.
"Setiap calon pendonor harus melewati serangkaian screening kesehatan ketat, seperti batas usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb)." Jelasnya
Melalui sekantong darah yang didonorkan, para istri prajurit ini berharap dapat menyambung asa dan memberikan harapan hidup baru bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan penyakit.
"Melalui sekantong darah yang didonorkan, para istri prajurit ini berharap dapat menyambung asa dan memberikan harapan hidup baru bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan penyakit." Pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi