Benteng Masa Depan Nganjuk, Pemuda Lintas Agama Dirangkul Bebas Narkoba dan Rawat Bumi

Dialog Generasi Muda Lintas Agama di Nganjuk, untuk membentengi pemuda dari bahaya narkoba sekaligus menggerakkan aksi peduli lingkungan. (Istimewa/SRTV)
Dialog Generasi Muda Lintas Agama di Nganjuk, untuk membentengi pemuda dari bahaya narkoba sekaligus menggerakkan aksi peduli lingkungan. (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan melalui edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Dialog Generasi Muda Lintas Agama, Kamis (30/7/2026), dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk.

Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, AKBP L. Dewi Indarwati mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, kepedulian, dan keberanian menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.

"Generasi muda harus menjadi pribadi yang cerdas dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba dalam bentuk apa pun, termasuk yang dikemas melalui modus vape. Masa depan bangsa ada di tangan mereka," kata Dewi mengingatkan maraknya modus baru penyalahgunaan narkoba yang disusupkan dalam cairan rokok elektrik.

Hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Narkotika BNN sendiri mengonfirmasi adanya sampel cairan vape yang mengandung zat berbahaya seperti sabu, MDMA, hingga THC.

Kondisi ini membuat pencegahan sejak dini menjadi mendesak, mengingat dampaknya yang merusak kesehatan fisik, mental, hingga memicu tindakan kriminal.

"Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar keberlanjutan sumber daya alam dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Sujito,saat memberikan pembekalan materi pelestarian lingkungan

Sujito menilai, kedekatan anak muda dengan teknologi menjadi modal besar untuk melahirkan inovasi lingkunganseperti mengolah bahan daur ulang hingga mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan melalui media sosial.

"Keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Nganjuk," tambahnya.

Peserta didorong menerapkan aksi nyata sederhana sehari-hari: mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, memilah sampah lewat prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga aktif dalam gerakan penanaman pohon.

Di Nganjuk sendiri, gerakan ini sudah berjalan lewat pembentukan Duta Lingkungan Hidup, Eco Pesantren, Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH), serta peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Melalui sinergi pencegahan narkoba dan pemeliharaan lingkungan ini, Pemkab Nganjuk optimistis dapat mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan peduli terhadap sesama demi mewujudkan Nganjuk yang aman, lestari, serta berdaya saing.

Editor : SRTVRedaksi