SURABAYA, SRTV.CO.ID– Hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia yang telah terjalin erat selama hampir satu dekade kembali membuahkan aksi nyata.
Melalui Direct Aid Program yang dikelola Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, kemitraan strategis ini memfokuskan sasarannya pada pemerataan dan keterjangkauan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pulau-pulau terpencil di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Australia dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama untuk mengatasi tantangan kesehatan yang dihadapi kawasan kita bersama,” ungkap Dr. Anne Aly Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Urusan Multikultural Australia.
Kemitraan ini melahirkan kolaborasi berdampak besar bersama Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Kehadiran RSKKA menjadi jawaban atas sulitnya akses masyarakat pulau terisolasi terhadap promosi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga deteksi dini medis.
Misi kemanusiaan berlayar ini dilepas secara resmi di Pelabuhan Kalimas Surabaya dengan dihadiri oleh Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya.
"Semoga melalui kolaborasi ini, semakin banyak program kemitraan yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya untuk masyarakat kepulauan,” tutur dr. Agus Harianto Direktur Utama RSKKA.
Langkah kolaborasi ini juga menyasar edukasi krusial di tingkat akar rumput, seperti yang ditunjukkan oleh perwakilan Konjen Australia, Cak Glen Askew, saat menyambangi Pulau Raas.
Ia membuka langsung seminar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini bagi para siswa MA Sirajul Akhyar, menandakan komitmen kemitraan yang utuhmulai dari tindakan medis di atas kapal hingga edukasi sosial di daratan.
“Kemitraan berdurasi delapan tahun bernama KITA SEHAT ini dirancang untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons penyakit menular pada manusia maupun hewan, serta keadaan darurat kesehatan,” ungkapnya
Bakti Kesehatan RSKKA 2026 ini tak berjalan sendiri. Sinergi ini turut disokong oleh HCML SKK Migas, OneMed, Kemenkes RI, IDI, BPJS Kesehatan, RSUD Dr. Soetomo, Aperindo, Pelindo, hingga Pemkab Sumenep.
Semangat kolaboratif ini menegaskan bahwa transformasi sistem kesehatan nasional yang inklusif dan adil hanya bisa dicapai bila seluruh elemen bergandengan tangan menembus batas lautan.
Editor : SRTVRedaksi