NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk mengambil langkah serius dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui Kegiatan Penguatan Jejaring Lembaga Penyedia Layanan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar di Aula Dinsos PPPA pada Rabu (24/6/2026), sinergi antar-elemen masyarakat resmi diperkuat.
Acara yang berlangsung selama dua hari (23-24 Juni 2026) ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, didampingi Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Haris Djatmiko. Hadir pula psikolog klinis, pengurus Pokja I TP PKK, serta perwakilan dari berbagai kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk.
"Melalui tema penguatan peran keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan, kita diingatkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, dalam arahannya.
Ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi paling utama. Keharmonisan di dalam rumah tangga dinilai efektif untuk mencegah lahirnya berbagai bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal yang sering kali menyisakan trauma mendalam hingga anak beranjak dewasa.
"Kalau terjadi kekerasan terhadap perempuan maupun anak di lingkungan panjenengan, saya berharap kader Pokja I dapat menjadi garda terdepan, menjadi mediator, memberikan pendampingan awal, dan membantu menghubungkan korban dengan layanan yang tersedia," pesannya sembari mengajak para kader mengaktifkan kembali Pojok Pengaduan (Pokadu).
Langkah preventif ini dirasa krusial mengingat fenomena gunung es dalam kasus kekerasan. Banyak korban yang memilih bungkam karena rasa takut, trauma, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Tantangan ini pun dipertegas oleh pihak dinas terkait yang melihat perlunya kolaborasi total dari hulu ke hilir.
"Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan aktif keluarga, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perlindungan perempuan," ungkap Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Haris Djatmiko, saat menyampaikan laporan kegiatan.
Haris menjelaskan, agenda ini sengaja dirancang untuk mendongkrak pemahaman masyarakat, mempertajam peran keluarga, sekaligus mematangkan koordinasi jejaring layanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Hal ini untuk membekali para peserta, Dinsos PPPA juga menghadirkan psikolog klinis yang mengupas tuntas strategi penanganan trauma dan pendampingan korban.
Di akhir acara, seluruh pihak sepakat memperkuat komitmen bersama demi mewujudkan visi besar. Menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai wilayah yang sepenuhnya aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta anak.
Editor : SRTVRedaksi