Dikejar Waktu Sebelum Kereta Melintas, Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenazah Pria di Atas Jembatan Rel Pasuruan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api yang tersangkut di jembatan rel Pasuruan (Dok.SAR, SRTV)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api yang tersangkut di jembatan rel Pasuruan (Dok.SAR, SRTV)

PASURUAN, SRTV.CO.ID – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang pria yang menjadi korban kecelakaan tertabrak kereta api di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/5/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tersangkut di atas jembatan rel kereta api.

Kronologi bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya menerima laporan. Berdasarkan keterangan saksi bernama Edi, korban sempat terlihat berada di area sekitar rel sebelum insiden tragis tersebut terjadi.

"Berdasarkan laporan tersebut, korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di jembatan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelumnya, korban diketahui terlihat mondar-mandir di sekitar perlintasan kereta api sejak tengah malam," ujar 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Surabaya dan Unit Siaga SAR Malang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. 

Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena tim pemburu waktu harus berpacu dengan jadwal keberangkatan kereta api berikutnya yang akan melintasi jembatan tersebut.

"Tim SAR gabungan harus melakukan evakuasi dengan waktu yang terbatas yakni sekitar 30 menit sebelum kereta selanjutnya melintas. Akhirnya korban berhasil dievakuasi pada pukul 09.53 WIB menggunakan teknik lowering dalam keadaan meninggal dunia kemudian dibawa menuju Puskesmas Kecamatan Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut." Jelas Nanang.

Identitas korban kini telah diketahui merupakan seorang pemuda asal Kabupaten Pasuruan. Korban teridentifikasi bernama Mukhammad Nasrulloh, usia 26 tahun, yang merupakan warga Pucang Pendowo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari.

"Proses evakuasi berjalan dengan lancar meskipun medan cukup berisiko karena posisi korban berada di atas jembatan rel kereta api. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja cepat, sigap, dan tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi SAR,” tutur Nanang.

Operasi penyelamatan ini resmi dinyatakan ditutup setelah seluruh proses evakuasi dan identifikasi awal selesai dilakukan. 

Pihak-pihak yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan area rel kembali steril dan aman.

"Pada pukul 10.30 WIB, seluruh unsur SAR yang terdiri dari Kantor SAR Surabaya, Unit Siaga SAR Malang, Polsek Lawang, Galena, PT. Freeport Smelter Gresik, Petugas Daop, dan Puskesmas Purwodadi melaksanakan debriefing, Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing." Pungkas Nanang.

Editor : SRTVRedaksi