Dugaan Keracunan MBG di Jember, Operasional Dapur SPPG Kaliwates 7 Dihentikan Sementara

Kepala SPPG saat dikonfirmasi (Angga Juli)
Kepala SPPG saat dikonfirmasi (Angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 7 yang berada di Jalan Teratai, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Kebijakan tersebut diambil setelah muncul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami belasan murid taman kanak-kanak.

Akibat penghentian operasional itu, distribusi makanan bergizi ke 15 sekolah penerima manfaat turut dihentikan sementara sejak Kamis. Total sekitar 2.250 porsi makanan yang biasanya dikirim setiap hari kini belum kembali disalurkan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala SPPG Kaliwates 7, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa para siswa. Menurut dia, penghentian sementara layanan dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber persoalan yang sebenarnya.

“Selama dua hari terakhir kami memang belum menjalankan operasional maupun distribusi makanan karena statusnya masih disuspend sementara,” ujar Farid.

Farid meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Ia berharap publik menunggu hasil laboratorium agar tidak muncul dugaan maupun tuduhan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia menjelaskan, menu MBG yang dibagikan pada Selasa lalu terdiri atas dua jenis porsi berbeda. Porsi besar dengan bumbu merah disiapkan bagi siswa kelas 4 sekolah dasar hingga tingkat lebih tinggi.

Sementara itu, porsi kecil berbumbu kuning diperuntukkan bagi murid taman kanak-kanak. Selain menu utama, siswa juga menerima makanan pendamping berupa jeruk, timun, dan tahu crispy.

Farid mengaku masih belum dapat memastikan faktor pemicu dugaan keracunan tersebut. 

“Bahkan, terdapat kasus kakak beradik yang mengalami kondisi berbeda usai menyantap makanan program MBG,” imbuhnya.

Menurut Farid, sang adik justru mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak namun tidak mengalami gejala apa pun. Sebaliknya, kakaknya dilaporkan mengalami tanda-tanda keracunan hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur MBG Mitra Kaliwates 7 merupakan langkah yang perlu dilakukan demi kepentingan evaluasi dan keselamatan penerima manfaat.

Fauzi menyebut, keputusan tersebut diambil bahkan sebelum dirinya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dapur SPPG. 

“Langkah cepat ini diperlukan agar proses pemeriksaan dapat berjalan maksimal,” paparnya.

Menurut Fauzi, dapur MBG tersebut sebelumnya juga sempat beberapa kali menerima peringatan. Peringatan itu diberikan setelah adanya sejumlah laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e.

“Karena sebelumnya sudah ada beberapa keluhan yang masuk, maka kejadian ini menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, Satgas MBG Kabupaten Jember bersama sejumlah instansi terkait akan memperketat pengawasan terhadap dapur MBG di berbagai kecamatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.

Pemeriksaan terhadap kondisi dapur, kualitas bahan makanan, hingga standar distribusi disebut akan ditingkatkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jember.

Editor : SRTVRedaksi