NGANJUK, SRTV.CO.ID -Memasuki puncak panen raya bawang merah pada bulan Agustus hingga September, geliat ekonomi warga di Kabupaten Nganjuk meningkat drastis. Ratusan buruh harian, khususnya kaum ibu rumah tangga, menggantungkan mata pencaharian mereka dari aktivitas "pritil" atau membersihkan sisa akar dan daun bawang merah agar siap didistribusikan ke pasar nasional.
"Aktivitas kupas bawang ini mendominasi geliat ekonomi warga, khususnya kaum ibu-ibu yang membersihkan sisa akar dan daun bawang merah," ujar Supriyanto, Kepala Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kamis (10/9/2026).
Proses pembersihan fisik bawang ini terbukti menjadi penyerap tenaga kerja lokal yang sangat efektif. Lewat sistem pengupahan berbasis bobot seharga Rp 600 per kilogram, para pekerja mampu mengantongi pendapatan harian yang terbilang cukup fantastis untuk menopang kebutuhan dapur.
"Sehari saya bisa sampai 300 kilogram, tergantung bawangnya banyak apa tidak," ujar Warno, salah seorang pekerja pritil di lokasi.
Aktivitas ini memacu para buruh untuk bekerja secepat dan seteliti mungkin. Keterampilan memotong akar tanpa merusak umbi bawang menjadi kunci agar bobot target harian tetap tercapai sekaligus menjaga kualitas komoditas tetap prima.
"Pekerjaan pritil menuntut ketelatenan dan kecepatan ekstra agar target bobot harian tetap tercapai," tutur Narmi, pekerja lainnya di sela-sela kesibukan.
Keberadaan para pekerja harian ini tidak sekadar memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga, tetapi juga menjaga stabilitas rantai pasok. Kecepatan pengerjaan di tingkat bawah ini menentukan kelancaran distribusi komoditas pangan dari tingkat petani hingga ke para pengepul.
"Kegiatan pritil bawang merah di Kecamatan Bagor ini merupakan bagian vital dari rantai distribusi bawang merah Nganjuk," ungkap Warsito, seorang pengepul lokal.
Tingginya produktivitas panen raya yang diimbangi dengan efisiensi kerja para buruh pritil semakin mempertegas posisi Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu sentra penghasil dan pemasok utama bawang merah terbesar di wilayah Jawa Timur.
Editor : SRTVRedaksi