Gerak Cepat RS Bhayangkara Nganjuk Tangani 26 Siswa SMAN 3 Korban Keracunan MBG

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
AKBP drg. Wahyu Ari Prananto mendampingi Bupati Marhaen saat menjenguk siswa SMAN 3 Nganjuk yang menjadi korban keracunan MBG di RS Bhayangkara Nganjuk. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kabupaten Nganjuk bergerak cepat memberikan penanganan medis maksimal terhadap 26 siswa SMAN 3 Nganjuk yang mendadak dilarikan ke rumah sakit. Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.

"Siswa yang kami tangani berusia 15-16 tahun. Kami memberikan penanganan maksimal," tegas Kepala RS Bhayangkara Nganjuk, AKBP drg. Wahyu Ari Prananto, Kamis (3/9/2026).

Setelah mendapatkan perawatan intensif, kondisi sebagian besar korban mulai membaik. Dari total 26 pasien yang masuk, pihak rumah sakit memastikan 18 siswa di antaranya sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

"Para siswa rata-rata mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, menggigil, dan leukosit tinggi," jelas drg. Wahyu terkait gejala klinis yang dialami para korban saat pertama kali tiba di fasilitas medis.

Hingga saat ini, tersisa delapan siswa yang masih harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Nganjuk. Namun, tim medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka secara berkala untuk memastikan seluruh korban pulih sepenuhnya.

"Empat siswa kemungkinan bisa rawat jalan. Kondisinya membaik. Yang empat siswa lain butuh perawatan lanjutan," tambah drg. Wahyu menjelaskan peta penanganan pasien saat ini.

Pihak rumah sakit terus memfokuskan observasi pada empat siswa sisanya yang masih memerlukan perhatian medis khusus sebelum diizinkan meninggalkan RS Bhayangkara Nganjuk.

"Yang masih harus dirawat tensinya agak tinggi dan leukositnya agak tinggi," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru