Cegah Penyumbatan, Pemkab Nganjuk Normalisasi Saluran Irigasi Desa Bukur

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Petugas gabungan melakukan pembersihan sedimen padat serta gulma di saluran irigasi B25 KW145A–145 Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk melalui UPTD PSDA Mrican Kiri berkolaborasi dengan BBWS Brantas (Tim URC Jogotirto) menggelar aksi pembersihan saluran irigasi di Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian warga setempat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jaringan pengairan untuk memastikan seluruh saluran tetap berfungsi secara optimal," ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono. Kamis (27/8/2026)

Fokus penanganan menyasar titik kawasan B25 KW145A–145. Tim gabungan bergotong-royong membersihkan endapan sedimen padat, semak belukar, serta gulma yang berpotensi menurunkan kapasitas tampung dan menyumbat aliran air.

"Pembersihan kami lakukan sebagai langkah nyata menjaga jalur air tetap terbuka sehingga distribusi air irigasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," imbuh Onny Supriyono.

Kini, alur saluran sepanjang lokasi penanganan telah kembali rapi dan siap mengalirkan air dengan debit yang lebih maksimal. Hal ini menjadi angin segar bagi para petani di kawasan Patianrowo yang mengandalkan pasokan air irigasi secara merata.

"Sebelum dilakukan penanganan, beberapa titik saluran dipenuhi semak belukar, rumput liar, serta sedimen tinggi yang berpotensi mengurangi kapasitas aliran air. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, tumpukan material akan menyumbat aliran dan mengganggu fungsi utama jaringan irigasi," lanjut Onny Supriyono.

Langkah preventif ini tidak hanya merawat fisik infrastruktur, melainkan juga menjaga produktivitas sektor pertanian daerah. Pemkab Nganjuk terus berkomitmen menjamin keandalan pasokan air guna memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan.

"Kolaborasi ini membuktikan betapa pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga infrastruktur sumber daya air. Pemeliharaan ini bukan sekadar merawat fisik saluran, tetapi memegang peranan vital terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian warga sekitar," jelas Onny.

Upaya gotong royong di Desa Bukur menjadi bukti nyata dari perhatian Pemkab Nganjuk terhadap kebutuhan mendasar masyarakat agraris. Saluran irigasi yang optimal diharapkan mampu menyokong panen melimpah di masa mendatang.

"Selain memperlancar debit air, pembersihan berkala seperti ini adalah langkah antisipatif untuk mencegah penumpukan sedimen maupun pertumbuhan gulma berkembang menjadi penyumbatan yang lebih besar di masa mendatang," tambah Onny Supriyono.

Sinergi berkelanjutan lintas instansi ini menegaskan keberadaan pemerintah daerah di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan infrastruktur pengairan terbaik.

"Upaya bersama ini kita harapkan mampu memelihara fungsi saluran sekaligus menopang peningkatan produktivitas pertanian Nganjuk," tutup Onny.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru