Kawalnya Muktamar ke-35 NU di Jombang, FKAJ Buka Posko Hukum Gratis dan Ruang Diskusi Publik

Ketua Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ), Syarahuddin, menyatakan kesiapannya dalam melayani bantuan hukum gratis dan membuka ruang diskusi publik selama gelaran Muktamar ke-35 NU (Saha/SRTV)
Ketua Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ), Syarahuddin, menyatakan kesiapannya dalam melayani bantuan hukum gratis dan membuka ruang diskusi publik selama gelaran Muktamar ke-35 NU (Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di kawasan Tambakberas, Kabupaten Jombang, Selasa (25/8/2026).

Sebagai bentuk kontribusi nyata, FKAJ mendirikan posko pelayanan bantuan hukum secara cuma-cuma sekaligus ruang dialog publik bagi masyarakat luas selama perhelatan berlangsung.

"Dukungan kita adalah melalui pendampingan hukum, bukan hanya bagi muktamirin, tapi untuk seluruh masyarakat," ucap Syarahuddin yang akrab disapa Bang Reza saat diwawancarai awak media di kantornya.

Ketua Forum Komunikasi Advokat Jombang tersebut menegaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan wujud kepedulian para praktisi hukum lokal dalam mengawal seluruh rangkaian Muktamar di Kota Santri.

Layanan yang disiapkan tidak hanya ditujukan bagi peserta resmi, tetapi juga terbuka bagi warga setempat dan masyarakat umum yang membutuhkan konsultasi hukum.

"Bukan hanya soal hukum, bisa untuk diskusi, istirahat dan ngopi di sini," imbuhnya.

Pengacara muda ini menjelaskan bahwa fasilitas pendampingan tersebut dipusatkan di sekretariat FKAJ di Jalan Kapten Pierre Tendean No. 348, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang.

Selain bantuan konsultasi yuridis, lokasi ini juga difungsikan sebagai ruang interaksi sosial yang ramah dan inklusif bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi.

"FKAJ mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Semoga lahir pemimpin mempunyai visi yang membela rakyat, bebas dari praktik transaksional dan berpedoman pada aturan," jelas anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jombang tersebut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah Muktamar ke-35 NU. Pihaknya berharap forum tertinggi NU tersebut dapat melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta bersih dari praktik politik transaksional maupun penyimpangan aturan internal.

"Ya kami ingin berjalan lancar tanpa kendala. Jangan sampai ada gugatan setelah Muktamar," pungkasnya.

Sementara itu, keluarga besar FKAJ turut menegaskan pentingnya ketaatan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Qanun Asasi sebagaimana yang diteladankan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama untuk mencegah timbulnya perselisihan atau sengketa hukum di kemudian hari.

Editor : SRTVRedaksi