Pantang Pulang Sebelum Api Padam, Potret Tangguh Damkarmat Nganjuk Siaga 24 Jam di Tengah Krisis Personel

Apel kesiapsiagaan personel di Mako Damkarmat Nganjuk. Meskipun menghadapi keterbatasan jumlah persone tetap komitmen menjaga kesiapsiagaan 24 jam demi keselamatan warga (Mr Boni/SRTV)
Apel kesiapsiagaan personel di Mako Damkarmat Nganjuk. Meskipun menghadapi keterbatasan jumlah persone tetap komitmen menjaga kesiapsiagaan 24 jam demi keselamatan warga (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memastikan seluruh personelnya tetap bersiaga penuh selama 24 jam nonstop. 

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi kejadian darurat yang dapat melanda masyarakat Kabupaten Nganjuk kapan saja.

"Mako itu ada tiga shift, shift 1, shift 2, dan shift 3. Aplosan. Mereka bergantian dengan sistem 12 jam dan tidak boleh kosong. Jadi harus selalu siaga 24 jam," tutur Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Azhari, usai memimpin apel kesiapsiagaan didampingi Sekretaris Dinas Ardiansyah pada Senin (24/8/2026).

Untuk mempercepat daya jangkauan pelayanan di wilayah yang luas, Damkarmat Nganjuk tidak hanya mengandalkan Markas Komando (Mako) utama. 

Sejumlah pos bantu sektor juga disiagakan di titik-titik krusial seperti wilayah Tanjunganom, Lengkong, Rejoso, hingga Pos Bantu Pace.

"Di sini (Mako) kondisinya enam-enam, jadi sangat terbatas. Mau tidak mau tetap harus ada yang jaga 24 jam," jelas Imam mengungkapkan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi kendala nyata di lapangan.

Kondisi yang jauh lebih menantang terlihat di Pos Sektor Pace. Akibat minimnya tenaga kerja, petugas di pos tersebut bahkan terpaksa menyesuaikan operasional dengan mengikuti jam kerja kantor kecamatan setempat.

"Seharusnya pemadaman dan penyelamatan itu berbeda. Tapi karena keterbatasan, orangnya itu-itu juga. Jadi kalau ada kejadian bersamaan, kami harus menentukan mana yang lebih dulu ditangani," ungkapnya prihatin mengenai beban kerja petugas yang harus merangkap tugas dari pemadaman api hingga evakuasi satwa liar.

Secara kelembagaan, Damkarmat Nganjuk sebenarnya terbagi dalam dua bidang utama, yaitu bidang pencegahan yang membidangi sosialisasi dan edukasi, serta bidang penanganan yang mengeksekusi aksi pemadaman dan evakuasi langsung. 

Namun, ketika beberapa laporan darurat masuk secara bersamaan, petugas penanganan di lapangan kerap merasa kewalahan.

"Mulai dari desa sampai ke Mako, semua masih kekurangan orang. Ini yang menjadi tantangan utama kami. Tapi kita tetap semangat dan siaga 24 jam dengan semboyan pantang pulang sebelum api padam," pungkas Imam penuh optimisme.

Melihat tingginya angka kebutuhan penanganan darurat di wilayah Kabupaten Nganjuk, pihak dinas berharap ke depan ada penambahan personel secara signifikan demi mengoptimalkan pelayanan perlindungan bagi seluruh warga.

"Kami berharap dukungan penambahan personel ini dapat segera terealisasi agar pelayanan penyelamatan dan pemadaman di Kabupaten Nganjuk bisa semakin cepat dan merata," tambah Imam memungkasi keterangannya.

Editor : SRTVRedaksi