Dipicu Bekas Pembakaran Sisa Pakan, Kandang Ternak di Bagor Nganjuk Dilalap Si Jago Merah

Reporter : Boniman
Petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk saat melakukan pemadaman api yang membakar kandang milik warga di Desa Ngumpul, Bagor, Nganjuk (ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kebakaran menghanguskan kandang ternak milik Suhadi (56), warga Desa Ngumpul, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (27/8/2026) dini hari. 

Peristiwa yang diduga dipicu oleh sisa pembakaran pakan ternak tersebut sempat menggegerkan warga setempat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, mengonfirmasi bahwa penanganan langsung dilakukan begitu laporan masuk melalui call center

"Petugas siaga dari Pos Bantu Rejoso dan Pos Bantu Pace bergerak cepat ke lokasi kejadian. Laporan masuk sekitar pukul 02.00 WIB, dan personel tiba di lokasi hanya dalam waktu 10 menit untuk melokalisasi kobaran api," ujar Imam Ashari saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini bermula ketika pemilik kandang, Suhadi, terbangun usai mendengar suara mencurigakan dari area belakang rumahnya. 

Saat diperiksa, ia mendapati kandang beserta tumpukan jerami miliknya sudah dalam kondisi terbakar hebat. Sontak, Suhadi berteriak meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya menghubungi call center Damkarmat Nganjuk.

Imam Ashari menjelaskan dugaan awal penyebab munculnya si jago merah di lokasi tersebut. 

"Berdasarkan hasil analisis awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh bekas pembakaran sisa pakan ternak yang belum padam sepenuhnya sehingga merembet ke tumpukan jerami dan bangunan kandang," jelasnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup intensif selama lebih dari tiga jam dengan mengerahkan Armada 06 Pos Rejoso dan Armada 07 Pos Pace, dibantu oleh gotong royong warga sekitar. 

Api baru berhasil dipadamkan secara total dan dinyatakan aman pada pukul 05.30 WIB.

"Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 5 juta," ungkap Kepala Damkarmat Nganjuk tersebut.

Usai penanganan, petugas juga memberikan imbauan serta edukasi kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada saat melakukan pembakaran sampah maupun sisa pakan ternak, terutama di tengah kondisi cuaca cerah berangin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

"Kami mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat agar senantiasa memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, guna mencegah musibah serupa terulang kembali," pungkas Imam Ashari.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru