Dua Dusun di Blitar Selatan 'Dihantam' Kekeringan, BPBD Grojok Belasan Ribu Liter Air Bersih

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Petugas BPBD Kabupaten Blitar menyalurkan bantuan air bersih ke tangki penampungan warga di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar

BLITAR, SRTV.CO.ID – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kekeringan kian dirasakan oleh warga di kawasan Blitar selatan. Salah satu wilayah yang paling terdampak yakni Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Mengingat sumur-sumur warga mulai mengering, ratusan Kepala Keluarga (KK) kini terpaksa bergantung pada bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi krisis tersebut, pemerintah desa dan kecamatan segera bertindak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menegaskan bahwa armada penanggulangan bencana telah disiagakan untuk menyuplai air secara rutin.

"Langsung bergerak. Begitu ada permintaan dan keluhan kekurangan air bersih, kami langsung turun untuk menyalurkan atau droping. Ini sebagai bentuk kesiagaan kami di musim kemarau,” kata Wahyudi, Jumat (24/7/2026).

Penyaluran air bersih dipusatkan di dua wilayah terdampak paling parah di Desa Tugurejo, yakni Dusun Bejirejo dan Dusun Wonosari. Kedua dusun yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Malang ini memang menjadi langganan krisis air bersih setiap kali puncak musim kemarau tiba.

Berdasarkan data BPBD, di Dusun Bejirejo dampak kekeringan melanda warga di RT 20 RW 04 serta RT 22, RT 23, RT 24, dan RT 25 RW 05, dengan total penerima manfaat mencapai 94 KK atau 289 jiwa.

Sementara di Dusun Wonosari, krisis air meluas hingga RT 27, RT 28, RT 29, dan RT 30 RW 06 yang mencakup 175 KK atau 569 jiwa. Untuk menyokong kebutuhan harian warga di kedua lokasi tersebut, BPBD mengerahkan dua armada truk tangki.

“Kami droping air menggunakan dua truk tangki. Disalurkan melalui tangki-tangki penampungan di dusun-dusun,” jelas Wahyudi.

Langkah tanggap darurat ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat setempat selama masa puncak musim kemarau berlangsung, sembari pemantauan wilayah rawan kekeringan lainnya terus dipetakan oleh petugas di lapangan.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru