NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) memantik reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, langsung melakukan peninjauan ke lokasi sekolah untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
"BGN mana? Kalian berdua, kalian tahu tuh sekarang kondisinya seperti apa. Jadi bukan hanya yang masuk ke rumah sakit, banyak yang ngerasa nggak nyaman, tapi dia nggak ke rumah sakit. Tapi satu kelas tuh cuma satu yang nggak terasa," tegas Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Handy tersebut saat memanggil dan menegur langsung dua perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di halaman sekolah, di akun tiktok @ag.2.nganjuk
Pria yang dikenal dekat dengan warga ini menyampaikan rasa keprihatinannya melihat dampak keracunan yang meluas di lingkungan sekolah.
Menurutnya, BGN bersama pihak penyedia harus menyadari penuh tanggung jawab besar dalam menyajikan makanan bagi ribuan pelajar.
"Kalian harus paham itu, kasih tahu betul. Masa kok tega? Kalian lihat ada anak ribuan yang kalian kasih makan," cetus Mas Handy dengan nada penuh penekanan.
Mas Handy menegaskan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lain maupun pada penyedia jasa boga (SPPG) lainnya. Ia meminta kontrol kualitas makanan dilakukan secara menyeluruh dan ketat sebelum dibagikan kepada para siswa.
"Saya titip kalian yang masih aman, yang masih baik-baik di SPPG-nya, benar-benar dipastikan bahwa itu benar-benar sesuai. Masak tidak boleh kurang dari jam 12, kan sudah ada informasi seperti itu kan?" lanjutnya menguraikan pentingnya ketepatan waktu serta standar pengolahan dan penyajian makanan.
Peninjauan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi dan pengawasan Program MBG di Kabupaten Nganjuk agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan para siswa.
"Saya titip betul nih, jangan sampai ada hal-hal yang seperti ini. Ya?" tutup Mas Handy mengakhiri teguran tegasnya kepada petugas BGN di lapangan.
Editor : SRTVRedaksi