JOMBANG, SRTV.CO.ID — Komoditas daging ayam dan sapi di Pasar Pon Jombang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.
Lonjakan harga ini berdampak pada menurunnya volume penjualan pedagang akibat pembeli yang mulai membatasi belanjaan mereka.
"Sudah hampir satu bulan ini naiknya. Sebelumnya daging ayam Rp 30-Rp 32 ribu, sekarang Rp 38 ribu per kilo. Faktornya salah satunya karena MBG, permintaan banyak, jadi stok banyak yang dikirim ke sana," kata pedagang ayam Pasar Pon, Andre Supriyanto. Senin (7/9/2026)
Saat ini, harga daging ayam menyentuh angka Rp 38.000 per kilogram dari harga normal Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp135.000 per kilogram.
"Efeknya banyak warga yang mengurangi pembelian. Saya pun demikian, jumlah yang saya jual biasanya 2 kuintal, sekarang jadi 1,5 kuintal," ujar Andre.
Kondisi tersebut membuat aktivitas jual-beli di pasar tradisional tersebut cenderung melambat.
Banyak konsumen yang memilih menyesuaikan jumlah belanjaan agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi.
"Kalau naik sudah sekitar satu bulan yang lalu. Harga naik biasanya banyak konsumen yang menyesuaikan, kadang jadi beli kadang tidak. Kalau harganya normal, pembeli jadi banyak lagi," ungkap pedagang ayam lainnya, Sayidah Rania.
Kenaikan harga ini memaksa warga untuk memutar otak dalam mengatur anggaran belanja harian mereka, termasuk beralih ke komoditas lain seperti telur.
"Ya kalau harganya ayam dan daging sapi naik, terpaksa beli setengah kilo ayam saja mas buat keluarga. Dan sisanya beli telur saja sekilo buat seminggu, meskipun sekarang harganya dipasar ada yang jual 21 ribu hingga 22 ribu perkilo," tutur seorang pembeli asal Desa Kepatihan, Vivi
Editor : SRTVRedaksi