SURABAYA, SRTV.CO.ID — Fenomena ketimpangan akses energi antarwilayah di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi nyata.
Merespons isu krusial ini, Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) dan SDGs Center resmi menjalin kolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) Country Office untuk Indonesia dan Timor Leste.
Langkah strategis ini diawali dengan menggelar lokakarya bertajuk "Masa Depan Transisi Energi di Indonesia: Memastikan Tidak Seorang Pekerja Pun Tertinggal" pada di Hall Lantai 1, Rektorat UNAIR Kampus MERR-C.
Ketua LPMB UNAIR, Prof H Hery Purnobasuki MSi PhD, menyoroti kontrasnya kondisi kelistrikan di ibu kota dengan wilayah luar Jawa, seperti Sumatra yang masih kerap mengalami gangguan. Ia menegaskan perlunya sinergi kolektif untuk mengatasi masalah mendasar ini.
"Indonesia negara yang sangat kaya, tapi masalah energi masih membayangi kita. Di Jakarta mungkin listrik tidak ada masalah. Tapi kalau di Sumatra, listriknya masih sering bermasalah. Ini urusan penting yang butuh kontribusi dari banyak pihak," ujar Prof Hery. Minggu (19/7/2026)
Lebih lanjut, Prof Hery mengingatkan bahwa jalan keluar dari krisis energi tidak selalu harus bertumpu pada proyek-proyek berskala masif yang digulirkan pemerintah atau korporasi.
Menurutnya, inovasi justru bisa lahir dari pemanfaatan potensi lokal yang ada di lingkungan sekitar masyarakat secara mandiri.
"Kita bisa memanfaatkan potensi dari kotoran sapi atau limbah pertanian untuk diubah menjadi energi. Jadi masyarakat bisa mandiri. Kita tidak boleh hanya menyodorkan proyek ke masyarakat, melainkan harus berkolaborasi bersama, agar masyarakat sehat, ekonomi berputar, dan kita bisa maju bersama," tambahnya.
Lokakarya ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET) yang diusung oleh ILO.
Fokus utamanya adalah menyusun panduan praktis bagi daerah terdampak industri fosil agar para pekerjanya tetap terlindungi selama proses peralihan ke energi ramah lingkungan.
Koordinator Proyek IKI-JET ILO untuk Indonesia, Muce Mochtar, menekankan bahwa aspek keadilan sosial dan peran generasi muda menjadi kunci utama keberhasilan ekonomi hijau.
"Transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan beriringan dengan terciptanya pekerjaan layak dan perlindungan bagi para pekerja serta masyarakat yang terdampak. Kaum muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan ini melalui inovasi, kepemimpinan, dan kolaborasi. Karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mereka untuk menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkeadilan," ujar Muce.
Melalui proyek IKI-JET, ILO bersama UNAIR berkomitmen terus mengawal transformasi ini agar target iklim nasional dapat tercapai tanpa mengorbankan kesejahteraan para pekerja di Indonesia.
Editor : SRTVRedaksi