SIDOARJO, SRTV.CO.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM) Sidoarjo menghadirkan semangat baru yang berfokus pada pengembangan kapasitas diri dan kepedulian lingkungan.
Mengusung tema “HEBAT”, kegiatan ini diawali dengan menanamkan nilai “Humanis” (huruf H) kepada seluruh siswa baru agar tumbuh menjadi individu yang peduli dan spesial.
"Saat ini banyak perguruan tinggi negeri, mulai dari IPB, ITS, UNAIR, hingga dari Padang, datang untuk melaksanakan penelitian dan belajar di tempat kita.Berarti kita sudah memiliki sebuah capacity culture yang diakui oleh banyak orang," ungkap Ketua YPM Sidoarjo Ahmad Makki.Sabtu (18/7/2026).
Upacara awal tahun ajaran baru 2026-2027 ini diikuti sekitar 2.000 siswa baru, didampingi guru, jajaran yayasan, serta Rektor Umaha. Secara keseluruhan, jika digabungkan seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan, jumlah peserta mencapai kisaran 4.000 hingga 5.000 siswa jenjang SMP, SMA, hingga SMK.
Generasi ini nantinya diharapkan menjadi pelopor hijau yang siap bersaing di panggung ekonomi karbon global.
"Ke depan, salah satu peluang untuk kita bisa berkembang, untuk bisa meraih masa depan, adalah kemampuan terkait dengan perdagangan karbon. Semua perusahaan teknologi luar negeri, semua perusahaan teknologi besar, mulai dari Google, Facebook, dan lain-lain, butuh mitra untuk mereduksi karbon yang dihasilkan mereka," tambah Ahmad Makki.
Ahmad Makki juga menekankan pentingnya siswa memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki yayasan untuk mengembangkan potensi diri. Salah satu aset unggulan YPM adalah Hutan Wakaf, yang kini menjadi tujuan riset berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Berbeda dengan lembaga lain yang harus mengeluarkan biaya besar untuk studi lingkungan, YPM justru menjadi rujukan pembelajaran tata kelola lingkungan yang nyata.
Sejak dini, siswa pun sudah dikenalkan dengan teknologi inovatif bernama “Breathe Wakaf” atau disapa “Brit Wakaf” – aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menghitung produksi karbon sekaligus memberikan solusi pengurangannya, sebagai bekal menghadapi tantangan perdagangan karbon dunia.
"MPLS Hebat itu singkatan dari Humanis, Edukatif, Berkarakter, Adaptif, dan Tangguh. Ini adalah tema utama MPLS di YPM. Kami menyatukan tema sekolah, keluarga, orang tua, dan guru untuk bersama-sama mencetak generasi yang hebat," jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Penanggung Jawab Panitia, Rahmat Sugianto.
Selama satu minggu pelaksanaan, MPLS diisi materi ke-YPM-an, ke-NU-an, kedisiplinan, hingga pembiasaan budaya baik. Salah satunya adalah mengajarkan kembali etika berpamitan dan meminta doa restu kepada orang tua sebelum berangkat sekolah, nilai yang mulai jarang ditemui pada generasi saat ini.
"Ada gerakan cinta lingkungan yang disimbolisasikan melalui pemberian bibit pohon. Sesuai arahan ketua yayasan, untuk mendukung pelestarian Hutan Wakaf, kita juga mengadakan Gerakan Koin Sahabat Bumi yang peruntukannya khusus untuk penanaman bibit-bibit pohon," pungkas Rahmat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama mengambil keberkahan ajaran ulama besar KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, dengan semangat “Aku YPM, Aku Bangga”.
Melalui rangkaian ini, YPM berharap siswa baru tidak hanya unggul secara akademis, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, beretika, dan peduli terhadap kelestarian alam.
Editor : SRTVRedaksi