SURABAYA, SRTV.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar 5th Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya pada 17–19 Juli 2026.
Langkah strategis ini dilakukan untuk terus mendorong kopi lokal agar mampu menembus pasar internasional dengan mempertemukan petani, pelaku UMKM, pelaku industri, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yono Haryono, menegaskan bahwa festival tahunan ini dirancang melampaui sekadar ajang promosi produk semata.
"Kegiatan ini tidak hanya berupa pameran, tetapi juga ada business matching, pembiayaan, perdagangan, kompetisi barista, cup tester, hingga berbagai kegiatan edukatif yang memperkuat industri kopi," ujarnya saat memberikan keterangan tertulis.
Festival tahun ini diikuti oleh lebih dari 111 UMKM dari Jawa Timur dan beberapa provinsi lain yang bergerak di sektor kopi, cokelat, rempah-rempah, serta produk flavors.
Selain pameran produk, salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah talkshow bertajuk "Local Bean, Global Dreams" yang menghadirkan Juara World Barista Championship Mikael Jasin serta Founder dan CEO Titik Temu Coffee, Andrew Goenadi.
Terkait target nilai transaksi ekonomi yang ingin dicapai pada gelaran kali ini, Yono menambahkan bahwa pihak Bank Indonesia mematok target yang cukup optimis didasarkan pada kesuksesan gelaran di tahun sebelumnya.
"Kalau melihat realisasi tahun lalu, transaksi yang tercipta mencapai lebih dari Rp100 miliar. Itu menjadi baseline kami, sehingga tahun ini kami berharap minimal bisa mencapai capaian yang sama," kata Yono menjelaskan target pembiayaan dan perdagangan tahun ini.
Apresiasi tinggi datang dari pelaku usaha dan petani kopi daerah, salah satunya Dani Firsadi, pemilik Doa Coffee sekaligus petani kopi asal Bondowoso.
Menurutnya, festival seperti JCFF memberikan dampak nyata dalam membuka jaringan pasar yang lebih luas bagi komoditas lokal.
"Festival seperti ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka peluang bertemu calon pembeli dari luar negeri yang berpotensi meningkatkan nilai jual kopi Indonesia," ungkap Dani penuh harap.
Melalui penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia berharap komoditas kopi dan produk unggulan Jawa Timur semakin memiliki daya saing kuat di pasar global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi berkualitas tinggi di mata dunia.
Editor : SRTVRedaksi