Bongkar Birokrasi Kaku, Kang Marhaen Dorong RSD Kertosono Terapkan ‘Service Excellent’ Digital

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
FKP di Sakura Hall Gedung A RSD Kertosono, Nganjuk (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan terus diperkuat. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memimpin langsung jalannya Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait Pelayanan Publik yang diselenggarakan di Ruang Rapat Sakura Hall Lantai 4 Gedung A, RSD Kertosono.

Forum strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Komisi IV DPRD Nganjuk, jajaran manajemen rumah sakit, serta perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut memaparkan strategi komprehensif mengenai pentingnya transformasi manajemen rumah sakit modern. 

Ia menegaskan bahwa rumah sakit daerah harus keluar dari zona nyaman birokrasi lama demi memberikan hak pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Membangun service excellent di rumah sakit itu dimulai dari perubahan mentalitas. Ketika pasien datang, yang pertama mereka butuhkan adalah rasa aman dan kenyamanan. Senyum, sapa, dan penanganan yang responsif adalah obat pertama sebelum tindakan medis dilakukan," tegas Kang Marhaen di hadapan para peserta forum.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menjabarkan bahwa unsur utama dari pelayanan prima ini bertumpu pada tiga aspek utama: kecepatan, ketepatan, dan keramahan. 

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat memberikan pengarahan dalam FKP di Sakura Hall Gedung A RSD Kertosono, Nganjuk (Istimewa/SRTV)

Karakteristik ini wajib diinternalisasi oleh seluruh elemen rumah sakit tanpa terkecuali, mulai dari dokter spesialis hingga petugas garda terdepan seperti sekuriti dan staf administrasi.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya integrasi sistem berbasis teknologi digital. Langkah ini dinilai krusial untuk memangkas alur birokrasi yang selama ini kerap dikeluhkan berbelit-belit, sekaligus menjadi alat ukur transparansi indeks kepuasan masyarakat.

"Manajemen RSD Kertosono harus mampu mengintegrasikan sistem pelayanan berbasis digital untuk memangkas birokrasi yang berbelit. Evaluasi terhadap indeks kepuasan masyarakat harus dilakukan secara berkala dan transparan agar setiap kelemahan sistem dapat segera diintervensi," tambah Bupati Marhaen.

Melalui forum konsultasi publik ini, Pemerintah Daerah juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik konstruktif. 

Berbagai masukan mengenai alur pendaftaran, ketersediaan fasilitas ruang tunggu, hingga optimalisasi layanan rujukan ditampung langsung untuk dijadikan bahan perbaikan berkelanjutan.

Pihak manajemen RSD Kertosono menyambut baik seluruh arahan tersebut dan berkomitmen menjadikannya sebagai Key Performance Indicator (KPI) operasional harian. 

Dengan komitmen ini, RSD Kertosono diharapkan mampu mengukuhkan posisinya sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama yang tepercaya, profesional, dan berorientasi penuh pada keselamatan pasien.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru