Bupati Nganjuk Bongkar Rahasia Cetak Generasi Tangguh, Jangan Takut Anak Gagal

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan pendidikan yang berkualitas tidak boleh melulu terjebak pada angka capaian akademik

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (Kang Marhaen), memberikan motivasi membakar semangat para pendidik saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Langkah ini dilakukan demi menciptakan atmosfer belajar yang ramah anak sekaligus kokoh dalam pembentukan karakter.

"Jadikan anak-anak memiliki mental yang kuat. Nilai yang kurang baik bukanlah akhir dari segalanya. Yang terpenting adalah mereka mau terus belajar, berusaha, dan bangkit ketika menghadapi kesulitan," ujar Kang Marhaen, Kamis (4/6/2026)

Menurut Kang Marhaen, pendidikan yang berkualitas tidak boleh melulu terjebak pada angka-angka di atas kertas atau sekadar capaian akademik. 

Fondasi paling krusial yang harus dibangun sejak usia dini justru terletak pada pembentukan karakter dan mentalitas anak agar siap menghadapi kerasnya tantangan masa depan.

Politikus PDI Perjuangan ini berpesan agar para guru tidak membiarkan anak-anak merasa takut atau langsung menyerah saat menemui kegagalan kecil, seperti terjatuh saat bermain atau kesulitan memahami pelajaran.

"Selama anak-anak terus berusaha, bangkit, dan mau belajar dari setiap pengalaman, maka mereka sedang membangun mental pemenang. Inilah yang harus menjadi perhatian utama dalam pendidikan," tegasnya dengan penuh semangat.

Kang Marhaen menekankan bahwa definisi kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang memutuskan untuk berhenti mencoba dan pasrah pada keadaan. 

Orang dengan mental sukses akan selalu melihat kegagalan sebagai batu loncatan dan pengalaman berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Melalui Bimtek Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap besar para pendidik mampu menerapkan metode pembelajaran yang tidak menekan psikologis anak. 

Sebaliknya, pendekatan baru ini diharapkan bisa mendongkrak kepercayaan diri, memperkuat karakter, dan memastikan fase transisi sekolah anak-anak di Nganjuk berjalan dengan penuh keceriaan menuju generasi yang berdaya saing global.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru