Satpol PP Nganjuk Gerebek Oknum Perangkat Desa Nglawak di Eks Lokalisasi Kandangan

srtv.co.id Nganjuk – SA, oknum Perangkat Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, diduga terjaring razia petugas Satpol PP Nganjuk, saat berada di kompleks eks-Lokalisasi Kandangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom.

Menurut informasi yang dihimpun srtv.co.id, SA digerebek petugas Satpol PP pada Senin (10/6/2024) lalu. Saat itu ia diduga sedang melakukan perbuatan asusila dengan seseorang yang bukan istrinya, perempuan belia berusia 18 tahun, di dalam salah satu kamar kos di kompleks setempat.

Kepala Satpol PP Nganjuk Suharono membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pada hari itu (10/6/2024) petugas Satpol PP Nganjuk melakukan razia di kamar-kamar kos di eks Lokalisasi Kandangan.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat kami bersama seluruh anggota Satpol PP bergerak menuju lokasi sejumlah indekos yang diduga menjadi sarang maksiat,” ujar Suharono, diwawancarai lewat telepon, Sabtu (5/6/2024).

Bacajuga  Pantang Tinggalkan PMII Dalam Situasi dan Kondisi Apapun, PKD Ke 2 PK Jaya Stamba Sukses

Saat itu, lanjut Suharono, petugas Satpol PP hanya mendapati satu pasangan yang bukan suami istri di dalam salah satu kamar kos. Belakangan diketahui, si laki-laki merupakan merupakan seorang perangkat desa.

“Kalau bilangnya sih memang dia (SA) seorang perangkat desa. Tetapi belum tahu berasal dari perangkat desa mana. Kemudian kita langsung bawa ke kantor,” tutur Suharono.

Setelah dilakukan pemeriksaan identitas, si perempuan belia pasangan SA langsung dibawa ke unit PPA Polres Nganjuk.

“Mengetahui usianya yang sudah 18 tahun, kemudian Unit PPA Polres Nganjuk mengarahkan ke kita. Untuk dilakukan pembinaan saja,” imbuh Suharono.

Terpisah Roikhan Zuhri, Sekretaris Sesa Nglawak tak menampik bahwa yang terjaring razia tersebut memang benar salah seorang perangkat di desanya. Lebih tepatnya menjabat sebagai modin.

Bacajuga  Danrem 081/DSJ Dampingi Irdam Tinjau Serbuan Vaksinasi di Tulungagung

“Memang benar itu perangkat desa kami. Saya juga sore harinya bersama Pak Kades langsung datang ke Kantor Satpol PP untuk menjemput pak Modin,” ungkap Roikhan.

Salah satu warga Desa Nglawak mengatakan, selain menjabat Modin, SA juga dipandang sebagai tokoh masyarakat yang aktif di bidang keagamaan. Di keluarganya juga dikenal taat beribadah.

“Pak Modin ini setiap harinya menjadi sebagai imam masjid yang ada di samping rumahnya,” ujar si warga sambil meminta namanya tidak disebut.

Selain itu, lanjutnya, anak-anak SA juga berada di pondok pesantren. Bahkan sang istri pun sampai saat masih mengajar sebagai guru agama di salah satu SMPN di Kecamatan Kertosono.

SA disebut-sebut juga menjadi anak emasnya di salah satu pondok pesantren yang ada di kecamatan kertosono. Di mana istrinya yang dulunya lulusan pondok tersebut.

Bacajuga  Hakim tolak Eksepsi Terdakwa Pungli PTSL

“Iya benar Pak Modin dulunya dijadikan sebagai anak emasnya di pondok itu. Istrinya juga lulusan dari pondok situ. Setiap ada kegiatan di pondok pasti ikut terlibat,” ujar warga.

Bahkan SA juga menjadi koordinator Semaan Al-Qur’an di desanya, yang seringkali mengadakan kegiatan hingga di lingkungan seluruh Kecamatan Kertosono.

Reporter : Fajar El Judi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *