Mas Bupati Novi Serius Entaskan Kemiskinan di Tanah Kelahiranya – srtv.co.id

srtv.co.id Nganjuk | Berbagai cara yang dilakukan oleh penerintah daerah dalam kepemimpinan Bupati Novi Rahman Hidayat dengan Wabub Marhein Jumadi, untuk mengentaskan kemiskinan di kabupaten nganjuk jawa timur, Dari 24 ribu Rumah tidak layak huni kini tinggal tersisa 16 ribu rumah tak layak huni.

Pemerintah daerah terus melakukan optimalisasi bedah rumah terhadap warga – warga kurang beruntung secara bertahab di kabupaten nganjuk, seperti yang dilkukan pemerintah daerah. Terhadap mbah waginem, warga Desa Sombron kecamatan loceret, yang sempat viral di media masa dan medsos terkait kakak beradiknlansia yang tidur denga ayam peliharaannya.

Keprihatinan hidup dua lansia ini mengetuk hati Ibu Bupati Yuni sophia selaku Penasehat Nganjuk peduli, dan langsung di respon positif oleh Mas Bupati Novi Rahman Hidayat mengintruksikan Para OPD untuk melakukan bedah rumah mbah Gaminem.

Bacajuga  Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Masyarakat Pentingnya Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Pasca meninggalnya Nenek Gaminem Mas bupat di dampingi istri tercinta bertandang keumah untuk takziah, dan kembali memberi batuan mbah Gaminem, menurut Mas Bupati mengatakan “Bedah rumah ini harus di selesaikan sampai tuntas, agar nenek gaminem bisa hiduplayak”. Ujar Mas Novi panggilan Akrab Bupati Nanjuk.

Ditambahkan Bupati Novi “selain melakukan bedah rumah, kita juga akam memberikan fasilitas ternak ayam petelor, untuk nenek Gaminem agar bisa prodoktif, untuk menghidupi dirinya sendiri”. Jelasnya.

Masih menurut mas Bupati “memberikan apresiasi kepada pihak desa, kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Perkim, dan Nganjuk Peduli yang telah membantu para lansia yang membutuhkan uluran tangan pemerintah daerah”. Papar Bupati Nganjuk.

Bacajuga  PWI Kediri Lawan Covid - 19 bagi Masker dan Hand Sanitizer - srtv.co.id

Dalam kesempatan ini Novi Rahman Hidayat mengatakan “dirinya berkomitmen, dalam kurun waktu Tiga Tahun kedepan dari Enam Belas ribu Rumah tidak layak huni harus bisa turun lagi minimal di bawah angka sepuluh ribu, ini adalah salahsatu wujud kami untuk mengentaskan kemiskinan di tanah kelahiran kami”. Tutup Mas Bupati Novi.

Reporter : Samsul Arifin

Editor : BJ Kusumo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *