Wabup Marhaen Hadiri Haul Eyang Tumenggung Kopek – srtv.co.id

srtv.co.id Nganjuk – Berbusana laiknya seorang mubaliq, Wakil Bupati Nganjuk Dr. H. Marhaen Jumadi menghadiri Pengajian Umum dalam rangka memperingati Haul Eyang Tumenggung Kopek dan Mbah Kyai Nurjalipah Ke-319 tahun/1441 M di Desa Pakuncen Kecamatan Patianrowo, Minggu (27/10/2019) pukul 09.00 wib.

Selain Wabup Marhaen, tampak hadir dalam pengajian akbar tersebut adalah KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq dari Yokyakarta), Kyai Doharul arifin(kyai Tanjung), Haris Jatmiko S.Pd,M.Si (Ketua umum pengajian Haul), Letkol Kav Joko Wibowo, SH. MM (Dandim 0810/Nganjuk), AKBP Handono Subiakto, SH , S.Ik, MH (Kapolres Nganjuk), Tatit Heru Tjahyono, A. Md (Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk), H. Ulum Bastomi (Wakil Ketua I DPRD Nganjuk), Jianto (Wakil Ketua III DPRD Nganjuk) Drs. Gondo Hariyono, M. Si (Anggota DPRD Nganjuk dari PDI-P), Fauzi Irwanan (Anggota DPRD Nganjuk), Muhamad Agung Budiarto (Ketua Panitia 1 Haul Tumenggung Kopek dan Mbah Kyai Nurjalipah), Lettu Inf Nurhadi (Plh, Danramil 0810/07 Patianrowo), Akp Joni Suprapto, SH (Kapolsek Patianrowo), Edie Srijianto, SE. MM (Camat Patianrowo), Sutrisno (Kades Pakucen) serta Toga, Tomas dan masyarakat sekitar dengan jumlah kisaran 2000 orang.

Bacajuga  Komisi C Tutup Proyek Pasar Kertosono - srtv.co.id

Dalam sambutannya, Wabup Marhaen mengatakan bahwa, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang harus dilestarikan dan bagus untuk kerukunan antar warga di Pakuncen Kabupaten Nganjuk.

Karena itu, makna yang bisa diambil kegiatan ini adalah sifat rendah diri. Dan kebetulan di acara ini terdapat banyak ulama yg hadir. “Karena sekarang ini marak ulama yang menjelek – jelekkan sesama, bahkan sampai menjelekkan pemimpin kita. Sedangkan ulama besar Imam Safii saja tidak pernah merasa diri sebagai ulama, dan itulah sifat rendah diri yang patut kita contoh dan teladani,” paparnya.

Haris Jatmiko S.Pd,M.Si selaku Ketua umum Pengajian Haul mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya sudah jauh hari direncanakan, dengan tujuan untuk nguri-nguri tradisi dan budaya yang ada di Kabupaten Nganjuk. “Sudah lama kegiatan ini kita rencanakan. Sedangkan tujuannya ya nguri – nguri tradisi dan budaya,” terangnya.

Bacajuga  Bosbow menjadi Icon Kebanggaan Kota Madiun - srtv.co.id

Dikatakan juga oleh Haris, kegiatan Pengajian Umum dalam rangka memperingati Haul Eyang Tumenggung Kopek dan Mbah Kyai Nurjalipah Ke-319 tahun/1441 M di Desa Pakuncen Kecamatan Patianrowo ini terlaksana atas sumbangsih dan partisipasi dari para dermawan yang peduli terhadap sejarah. “Jadi anggarannya ya murni dari para dermaean yang oeduli dengan sejarah dan budaya di Nusantara,” katanya.

Diinformasikan oleh Panitia, makam dari Mbah Kyai Nurjalipah itu ada di 3 (tiga) tempat yaitu di Kediri(Semen), Trenggalek dan Pakuncen Patianrowo Nganjuk ini. Adapun yang dimakamkan di Pakuncen ini adalah buyut langsung dari trah Pangeran Diponegoro dan merupakan leluhur dari Sultan Hamengkubuwono X Jogjakarta.

“Itu keterangan yang kami peroleh dari kerajaan Sleman,” jelas Haris.

Ditanya tentang riwayat Tumenggung Kopek dan Mbah Kyai Nurjalipah, Agung Budiarto berdalih dirinya tepat untuk bercerita. “Kalau cerita tentang Tumenggung Kopek, yang berhak bercerita adalah Kyai Muwafiq karena beliau juga abdi dalem dari kerajaan Purwo Diningrat,” ungkapnya.

Bacajuga  Viral Antri di SPBU Kasun Tewas dalam Mobil - srtv.co.id

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq dari Yokyakarta) menyampaikan, ucapan puji syukur dan salam hormat kepada para ulama dan Forkominda Kabupaten Nganjuk, yang telah sabar menunggu kedatangannya dalam acara Pengajian Umum dalam rangka memperingati Haul Eyang Tumenggung Kopek dan Mbah Kyai Nurjalipah Ke-319 tahun/1441 M.

Dituturkan oleh Gus Muwafiq bahwa Negara Indonesia ada 5 agama, jadi sesama bangsa Indonesia kita harus saling menghormati dan tidak boleh saling menjatuhkan karena kita semua satu bangsa untuk menjaga negara kita supaya tidak terpecahkan, karena pafa dasarnya setiap manusia itu adalah pemimpin. “Artinya bertanggungjawab kepada yang dipimpin dan bertanggungjawab dengan yang memimpin,” tuturnya.

Reporter : Sofa
Editor : Pakde Kamto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *