Publik Soroti Trial Game Dirt di Stadion Warujayeng – srtv.co.id

srtv.co.id Nganjuk – Digelarnya Trial Game Dirt di Stadion Warujayeng Kabupaten Nganjuk, menuai protes sejumlah pihak. Pasalnya, lapangan Stadion yang seharusnya digunakan untuk fasilitas olahraga sepakbola maupun atletik ini malah digunakan untuk ‘konser tril-trilan’ yang disponsori PT.Djarum.

Tak ayal, karena merasa geram, Sudarmanto selaku Koordinator Gerakkan massa Aliansi Wong Gawat (AWG) Kabupaten Nganjuk angkat bicara.

Ditemui di basecamp-nya di Jalan Raya Surabaya-Madiun Desa/Kecamatan Baron, Sudarmanto mengkritisi penggunaan lapangan Stadion Warujayeng untuk kegiatan Trial Game Dirt yang disponsori PT.Djarum, pada Sabtu (12/10/2019) pukul 14.00 wib.Sebab kegiatan ‘tril-trilan’ di lapangan Stadion Warujayeng ini dikuatirkan akan mengganggu lingkungan, utamanya pedagang kaki lima disekitaran stadion tersebut.

Bacajuga  Penggunaan Data Kependudukan Dalam Layanan Kepegawaian - srtv.co.id

Karena selain polusi udara berupa debu yang dipastikan akan berterbangan, potensi rumput di stadion juga akan mati dan mengering. “Harusnya lapangan itu untuk olahraga sepakbola, bolavolly, senam, lari dan lain sebagainya. Bukan untuk tril-trilan kyak begini.

Blawuur ini namanya,” seru Sudarmanto.Dikatakan juga oleh Panjoel (panggilan Sudarmanto) harusnya pihak Pemkab Nganjuk lebih selektif dalam mengeluarkan ijin penggunaan stadion. “Trus siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kerusakan stadion ini.

Ini stadion milik rakyat, Pemkab jangan mblawur gitu to,” serunya.Dihubungi via ponselnya, Arik dari PT.Djarum mengaku tidak tahu menahu tentang perijinan, sebab pihaknya mengaku hanya sebagai sponsor saja. “Kalau soal ijin kami tidak tahu. Kami hanya sebagai sponsor saja, bahkan kegiatan ini sudah kami gelar sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Bacajuga  Bosbow menjadi Icon Kebanggaan Kota Madiun - srtv.co.id

Sedangkan Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi, mengaku tidak menahu terkait kegiatan tersebut. “Saya malah tidak tahu kalau ada kegiatan itu,” ujarnya.

Ditanya pendapatnya jika terjadi kerusakan pada lapangan yang berimbas rusaknya rumput atau berakibat rumput mati dan mengering, Wabup Marhaen mengaku sangat menyayangkan jika hal itu sampai terjadi. “Kalau sampai rumput rusak, mati mengering, saya kira janganlah.

Daripada rumput mati lebihbaik tidak ada kegiatan itu,” paparnya.Sementara itu, dihubungi ponselnya, Darto selaku Even Organizer (EO) kegiatan Trial Game Dirt ini belum bisa dikonfirmasi.

Reporter : Toha

Editor : Makde Kamto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *