Dinas Sosial Beri Bantuan Sembako ke Mbah Tomat Asal Kedungrejo – srtv.co.id

srtv.co.id Nganjuk – Setelah sekian lama tak tersentuh dan tak dapat perhatian dari pemerintah, Mbah Sukarti atau biasa dipanggil Mbah Tomat mendapat bantuan Sembako dari Dinas Sosial,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk.

Paket Sembako diserahkan langsung ke ‘Rumah Tidak Layak Huni’ milik Mbah Tomat oleh petugas dari Dinas Sosial dan PPPA, sebagai bentuk simpati dan empati terhadap nasib yang dialami nenek miskin yang lumpuh dan hanya bisa berbaring ini, pada Sabtu (19/10/2019) pukul 09.30 wib.

“Iya benar, tadi pagi petugas kami langsung mengecek ke lokasi dan memberikan bantuan paket sembako senilai tiga ratus ribu rupiah,” ujar Andik Najib Ibrahim, Koordinator PKH (Program Keluarga Harapan)Kabupaten Nganjuk.

Dikatakan juga oleh Andik, setelah pihaknya melakukan cek data Bantuan Sosial (Bansos), sebenarnya Mbah Sukarti sudah masuk Basis Data Terpadu (BDT) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), akantetapi belum mendapatkan Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) maupun KIS (Kartu Indonesia Sehat). Selanjutnya, pihaknya berjanji akan mendatangi Kantor Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom melakukan koordinasi terkait masalah ini.

Bacajuga  Kapendam IV Bangga Anggotanya Jabat Dankikav 2/JRTR - srtv.co.id

“Sesuai mekanisme harusnya pihak Pemerintah Desa mengusulkan, agar Mbah Sukarti mendapatkan bantuan sosial itu. Maka dari itu, nanti pada hari Senin (21/10/2019) kami akan koordinasikan masalah ini ke Kantor Desa Kedungrejo,” katanya.

Senada disampaikan oleh
Nafhan Tohawi, SH., MH, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nganjuk, bahwa untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut, memang harus ada usulan. “Nanti kita usulkan,” terangnya.

Sedangkan mengenai rumah yang secara fisik tidak layak huni, Nafhan menjelaskan bahwa itu menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Permukiman atau diusulkan ke BAZ (Badan Amil Zakat). “Karena Dinsos bisanya membantu, jika ada rumah warga yang kena bencana, roboh kena angin atau kebakaran,” jelasnya.

Namun begitu, terkait ‘rumah tidak layak huni’ milik Mbah Tomat ini, pihaknya sudah menghubungi Camat Tanjunganom untuk koordinasi dengan Pemerintah Desa Kedungrejo. “Untuk bantuan rehab ya gotongroyong atau swadaya,” ucapnya.

Bacajuga  Pilkades Serentak "Guyub Rukun" Polres Siapkan Pengaman - srtv.co.id

Seperti diberitakan srtv.co.id pada Jumat 18 Oktober 2019 kemarin, Mbah Sukarti nenek lansia yang tinggal sendirian dirumah kumuh yang hampir roboh dengan kondisi fisik lumpuh dan sudah renta, asal Dusun Pulorejo rt 003 rw/rw 002 Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom, tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.

Bahkan nenek lansia yang biasa dipanggil Mbah Tomat ini, juga tak pernah mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk apapun, baik dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun Pemerintah Desa Kedungrejo.

Meskipun Samiran (menantu Mbah Tomat) sudah seringkali melaporkan kondisi mertuanya ini ke pemerintah desa agar mendapat perhatian maupun bantuan.

“Saya sudah berkali-kali laporan ke pihak desa, akantetapi tidak pernah ada perhatian dari pihak desa,” ujarnya.

Diakui oleh Samiran, bahwa Kepala Desa Kedungrejo pernah mengunjungi Mbah Tomat, akantetapi juga tidak ada tindaklanjut akan nasib yang dialami mertuanya.

“Memang pak lurah Kedungrejo pernah berkunjung kesini, tapi sampai saat ini ya gak ada apa-apa. Sampai saat ini Mbah Tomat juga belum dapat bantuan,” akunya.

Bacajuga  Mahasiswa KKN-Tematik Desa Lengkonglor Laksanakan Penghijauan Bersama Cabang Dinas Kehutanan

Memprihatinkan, sebab Mbah Tomat benar-benar tak tersentuh program pemerintah sama sekali, seperti BPJS Kesehatan, Jamkesmas, RLTH dan bedah rumah, bahkan bantuan raskin saja tidak pernah mendapatkan.

Dalam kondisi tak berdaya dan hanya bisa berbaring, Mbah Tomat masih berharap bantuan dari pemerintah.
Dan meski dengan suara lirih dan tudak begitu jelas, Mbah Tomat mengatakan hanya ingin rumahnya diperbaiki dan mendapatkan beras untuk makan.

“Pak Bupati saya minta rumah (diperbaiki..red). Saya minta beras buat makan,” pinta Mbah Tomat dengan logat jawa dan raut wajah memelas.

Tim Investigasi : Cak Noer
Reporter : Samsul Arifin
Editor : Pakde Kamto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *