Petani Tagih Janji Pemerintah, DPRD Hadir Solusi Krisis Air – srtv.co.id

Kekeringan Janji Pemerintah darah di Harapkan Petani

srtv.co.id Nganjuk | kegelisahan Krisis Air petani 8 desa yang ada di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk lantaran ada Proyek 31 Milyar yang menyumbat aliran sungai dengan adanya pembangunan plensengan (pekerjaan irigasi) perhari ini tanah yang berada ditengah sungai sudah di efakuasi.

Muspika Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Senin (2/9/2019). Adakan pertemuan dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Nganjuk dan dari rekanan CV Mina Fajar selaku kontraktor pekerjaan Irigasi, di Pendopo Kecamatan Rejoso.
Perwakilan dari gabungan HIPPA Kecamatan Rejoso, Sono (55) menuturkan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan, ada buka tutup sungai saat pengerjaan tanggul.

“Artinya sepuluh hari mengalir sepuluh hari di keringkan untuk pengerjaan plengsengan tersebut, debit air dari waduk kali bening mengalir 2000 perdetik. Namun sampai hilir berkurang hingga 700 perdetik karena pencurian air melalui jebol tanggul,” Jelas Sono.

Bacajuga  Sosialisasikan Program di Pendopo, Mbak Estu Konsisten Dorong Kemajuan Nganjuk

Dilokasi yang sama perwakilan Petani Suparlan mengatakan bahwa petani tidak mempersoalkan adanya pengerjaan proyek irigasi (Pembangunan plengsengan) petani hanya butuh air, dalam ini seakan petani di ping pong.

“Petani butuh air bukan mengadu domba petani dengan kontraktor. Pencurian air ada dugaan kerjasama mantri pengairan mengakibatkan petani yang di hilir tidak mendapatkan air. Kami butuh air, air, air,” Tandas Suparlan di pendopo Kecamatan Rejoso.

saat rapat koordinasi belum ada titik temu, hadir secara mendadak anggota DPRD Nganjuk, Raditya Haria Yuangga, dan Aria Putra untuk menengahi permasalahan yang dikeluhkan petani. Dirinya juga kecewa lantaran permasalahan yang sangat penting bagi petani seakan tidak ada perhatian, malah Kabid Pengairan tidak hadir berdalih pergi ke Malang.

Bacajuga  Kejari Nganjuk Gelar Bhaksos Hari Bhakti Adhyaksa Ke 61 Tahun 2021

“Kenapa masalah petani tidak diperhatikan malah pergi ke malang. Setelah pembentukan kelengkapan dewan akan kita panggil Kabid Pengairan untuk menjelaskan hal ini. Saya akan minta Bupati untuk mengganti, bila Kabid Pengairan tidak peduli dengan nasib petani,” ungkap ketua DPC Partai Hanura.

Sementara, Camat Rejoso, Puguh Harnoto, menyampaikan bahwa air akan mengalir dari tanggal 2 sampai 24 September, dipastikan air akan mengalir dengan debit air 2 kubik perdetik.

“Sementara air irigasi yang dicuri dengan cara Jebol tanggul maupun dengan cara memompa dengan disel akan ditindak dengan cara operasi gabungan,” terangnya saat pertemuan.

Sementara Yuslam, koordinator lapangan PT Mina Fajar Abadi dan kantor PT. Satria Tama Sejahtera, mengaku sudah melakaukan pengerukan atas tanah yang ada di sungai, sesuai keingin petani. “Kita juga akan mengikuti keputusan dari Dinas Pengairan terkait apaun keputusan dari hasil mediasi tersebut,” ujar Yuslam.

Bacajuga  Pengembangan Pariwisata, Budaya, dan Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Fokus Kedepan - srtv.co.id

Dalam mediasi tersbut disepakai bawhwa dinas pengairan akan menggelontorkan air sebanyak 2 ribu liter perdetik yang akan mengaliri sawah warga dan akan melakukan pengecekan air guna memastikan pembagiana air ke petani

Reporter : Samsul Arifin

Editor : Bagus Jatikusumo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *