Peringati May Day, AJI Kediri Naik Vespa dan Lakban Mulut

banner 468x60

Peringati May Day.

srtv.co.id Kota Kediri – Peringatan Hari Buruh se-Dunia juga melanda jurnalis di Kabupaten Kediri. Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri melakukan aksi simpatik dengan cara mengendarai Vespa, menutup mulut dengan lakban dan membentangkan berbagai spanduk.

Menurut Kordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Kediri Bramanta Pamungkas, pihaknya rutin turun aksi setiap May Day atau hari buruh. Hal ini dikarenakan tanggal 1 Mei menjadi simbol bersatunya Buruh Sedunia. Hari tersebut secara simbolik mempunyai makna tersendiri, yakni hari yang sakral nan monumental bagi perjuangan buruh.

Pengingat secara historis, pada masa lampau, terjadi serangkaian peristiwa yang sangat penting. Peristiwa-peristiwa itulah yang melatarbelakangi munculnya perayaan Hari Buruh.

“Dalam memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) kali ini, AJI Kediri menggelar aksi simpatik di sejumlah titik. Seperti di Kediri Mall dilanjutkan ke Polresta Kediri, kemudian di bundaran Taman Sekartaji dan terakhir di Taman Memorial Park,” katanya saat ditemui di Taman Memorial Park, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (01/5).

Aksi yang diikuti oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media di Kediri tersebut menyuarakan berbagai tuntutan perburuhan yang selama ini banyak diabaikan oleh para pengelola media.

Tuntutan tersebut seperti meminta pihak perusahaan media memenuhi hak lembur, cuti, hak kesehatan dan tunjangan BPJS. “Masih banyak teman jurnalis yang masih belum mendapatkan hak tersebut. Karena itu, kami mengampanyekan dengan harapan melalui kampanye ini, masyarakat dan pemilik media akan mengetahui kondisi jurnalis sebenarnya,” bebernya.

Para jurnalis juga membawa poster perlawanan di antaranya bertuliskan, “Perjuangan nasib orang lain bisa, perjuangan nasib sendiri, gak bisa”; dan “Libur Cuma Mitos, No Lyfree”.

Peserta aksi ini menurut Bramanta menyindir perusahaan tempat mereka bekerja yang kerap mempertanyakan nasib buruh pabrik, namun kesejahteraan buruh sendiri sering terlupa.

Kemudian ada tulisan “Nulis Kritis Malah Kena Bogem” yang ditujukan sebagai kritik masih maraknya kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Celakannya pelaku kekerasan seringkali dilakukan pejabat negara seperti oknum kepolisian.

“Aksi kali ini sengaja melihat kan Vespa, biar ada penyegaran,” ujar Bram.

Aksi ini juga diwarnai dengan dua orang jurnalis yang menutup mulut menggunakan lakban. Menurut Bramanta, makna menutup mulut dengan lakban merupakan bentuk solidaritas terhadap perjuangan teman jurnalis di daerah lain yang menuntut haknya. Salah satu jurnalis di wilayah Jawa Tengah yang dikabarkan di-PHK juga hari ini.

“Ini (tutup mulut) bentuk salah satu solidaritas kami agar para jurnalis tetap semangat untuk berjuang menuntut haknya,”tambahnya.

Ia melanjutkan, bagi AJI Kediri peringatan Hari Buruh Sedunia bukan sekadar perayaan dan penuntutan hak. Namun sebagai upaya peruntuhan dominasi kekuasaan, dengan melakukan melihat kembali secara historis mengapa perayaan ini lahir.

Reporter : Syarif Abdurrahman

Editor : Kendi Setiawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *