Mulai dari Pernikahan dalam Banjir Hingga Sepuluh desa Terendam Banjir

banner 468x60
Sehari Semalam Di Guyur Hujan

srtv.co.id Nganjuk, Hujan deras selama lebih dari tiga jam, sejak Minggu malam 28 April 2019, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Kabupaten Nganjuk. Bahkan seorang warga dinganjuk terpaksa melangsungkan pernikahannya di atas genangan air akibat banjir yang terjadi sejak pagi hingga sore hari. Akibatnya sepasang mempelai ini mengemas sedemikian rupa agar para undangan tidak tergenang air. Bahkan tamu undangan terpaksa ditempatkan di halaman tetangga karena lokasi awal yang disediakan terendam banjir.

Beginilah saat pasangan Ahmad firly dengan Elfira Alvonita hendak menaiki pelaminan. sepasang suami-istri yang baru saja melangsungkan akad nikah ini terpaksa harus menggunakan papan kayu saat menaiki pelaminan. Sebab, tepat di depan pelaminan di rumahnya desa sekarputih/ kecamatan bagor, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih tergenang air banjir.
Kedua mempelai yang sedang merayakan resepdi pernikahan ini harus tetap berbahagia ditengah rendaman banjir di rumahnya. Acara yang sudah dipersiapkan ini tidak mungkin diundur karena keluarga sudah menetapkan hari dan mengundang banyak orang.
akhirnya, tamu undangan yang hadir pun juga terpaksa ditempatkan di halaman tetangga yang bersebelahan dengan rumah mempelai. Beruntung rumah tetangganya lebih tinggi dari rumah mempelai, sehingga tidak terendam banjir.
Sajianto, paman mempelai mengatakan keluarga hanya bisa pasrah atas kejadian diluar dugaan tersebut. Mereka berharap ada berkah dibalik musibah bajir saat resepsi pernikahan mempelai.
Sementara banjir di kabupaten nganjuk merendam sepuluh desa. Desa yang terendam banjir yakni di kecamatan berbek tepatnya di desa Grojokan, desa Sonopatik, Desa Tiripan, dan desa bulu. Sedangkan di kecamatan bagor terjadi di desa sekarputih, dan desa pesudukuh. Untuk kecamatan nganjuk banjir terjadi di kelurahan Jatirejo, kelurahan Werungotok, dan kelurahan mangundikaran. Di kecamatan pace hanya terjadi di desa banaran. Namun, kini hampir semua lokasi banjir mulai berangsur surut.

Sampai Senin pagi 29 april 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mencatat, setidaknya ada 10 titik lokasi banjir yang tersebar di 10 desa.

Laporan dari, petugas TRC BPBD Nganjuk menyebutkan, banjir dengan ketinggian genangan bervariasi antara 5 cm sampai 50 cm, antara lain terjadi di :

1. Dusun Bringkil Desa Grojokan Kecamatan Berbek.
2. Dusun Pacarkulon, Desa Sonopatik Kecamatan Berbek
3. Desa Tiripan Kec. Berbek
4. Lingkungan Jlumpang Kelurahan Jatirejo Kecamatan Nganjuk
5. Dsn. Pesulor Ds. Pesudukuh, Kecamatan Bagor
6. Ds. Banaran Kec. Pace
7. Kel. Mangundikaran Kec. Nganjuk
8. Desa Sekarputih Kec. Bagor
9. Ds. Bulu Kec. Berbek
10. Kelurahan Werungotok Kec. Nganjuk

Menurut Ektavianto, air yang berasal dari luapan sungai mulai menggenangi jalan dan sebagian masuk rumah warga, sejak Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Sampai Senin pagi pukul 15.00 beberapa titik lokasi masih belum surut. Saat ini petugas BPBD bersama petugas terkait lainnya masih melakukan pemantauan dan pendataan di titik-titik lokasi banjir, untuk memastikan tidak ada korban jiwa.

Reporter : Asep Bahar
Editor : Bagus Jatikusumo
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *